Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara lewat jalur perdagangan.
Hingga kini, China masih dikenal sebagai produsen kembang api terbesar di dunia.
Jadi, tiap kali melihat kembang api, kita sebenarnya sedang menyaksikan warisan budaya ribuan tahun.
2. Warna Kembang Api Berasal dari Logam Tertentu
Keindahan warna kembang api bukan muncul begitu saja.
Baca Juga: Langit Berbicara di Awal Tahun, Ini Makna Kembang Api yang Menghiasi Malam Tahun Baru 2025
Setiap warna dihasilkan dari jenis logam yang berbeda dalam campuran bubuknya.
Misalnya, strontium menghasilkan warna merah, natrium memberi warna kuning, dan tembaga menciptakan biru.
Semakin murni bahan yang digunakan, semakin cerah pula warnanya di langit.
Proses ini mirip seperti pelajaran kimia yang “hidup” di udara.
Makanya, kembang api sering disebut sebagai pertunjukan sains paling indah.
Baca Juga: Libur Nataru Makin Asyik! Ini Tips Memilih Penginapan Aman, Nyaman, dan Bebas Risiko Ketipu
Tanpa sadar, kita sedang menikmati eksperimen kimia raksasa saat perayaan berlangsung.
3. Bentuk di Langit Sudah Diatur Sejak di Darat
Kalau kamu melihat kembang api berbentuk bunga, hati, atau lingkaran sempurna, itu bukan kebetulan.