KLIK SAJA – Belakangan banyak kafe-kafe di Indonesia, selain menyajikan kopi atau teh, terdapat produk yang kini tengah naik daun, yaitu Yerba Mate.
Yerba mate (Ilex paraguariensis) adalah spesies tanaman dari genus holly yang berasal dari Amerika Selatan.
Tanaman ini pertama kali diberi nama oleh ahli botani asal Prancis, Augustin Saint-Hilaire. Daun yerba mate diseduh dalam air panas untuk menghasilkan minuman bernama mate, sementara jika diseduh dengan air dingin disebut tereré.
Baik tanaman maupun minumannya mengandung kafeina, yang memberi efek menyegarkan seperti kopi atau teh.
Asal Usul dan Sejarah Awal
Bangsa asli Guaraní dan sebagian komunitas Tupi — yang wilayahnya kini menjadi Paraguay modern — merupakan yang pertama menanam dan mengonsumsi yerba mate jauh sebelum masa kolonialisasi Eropa.
Awalnya, konsumsi mate hanya terbatas di dua wilayah di Paraguay, yaitu Amambay dan Alto Paraná.
Namun, setelah para misionaris Jesuit menyadari potensi ekonomi dari tanaman ini, yerba mate mulai menyebar luas ke seluruh provinsi dan bahkan ke berbagai wilayah di bawah kekuasaan Mahkota Spanyol.
Baca Juga: Empat Alasan Mengapa Mie Ayam Jadi Hidangan Populer dan Paling Dicintai di Indonesia
Mate secara tradisional dikonsumsi di wilayah tengah dan selatan Amerika Selatan — terutama di Paraguay, Argentina, Uruguay, Brasil bagian selatan, Bolivia (wilayah Gran Chaco), dan Cile selatan.
Menariknya, minuman ini juga populer di komunitas Druze dan Alawite di kawasan Levant, khususnya Suriah dan Lebanon.
Popularitas ini dibawa oleh para imigran Suriah yang pindah ke Argentina pada abad ke-19, kemudian memperkenalkannya kembali ke tanah asal mereka.
Kini, yerba mate dapat ditemukan di seluruh dunia, baik dalam bentuk minuman energi komersial, minuman botol siap saji, maupun teh kaleng.
Asal Nama Yerba Mate