lifestyle

Mitos dan Fakta tentang Gula dalam Makanan Anak: Apa yang Harus Diketahui?

Senin, 23 Juni 2025 | 04:49 WIB
Mitos dan Fakta tentang Gula dalam Makanan Anak: Apa yang Harus Diketahui? (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Memang benar bahwa setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, kadar gula darah anak bisa meningkat dengan cepat, yang bisa memberikan dorongan energi sesaat atau yang sering disebut dengan "sugar rush".

Akan tetapi, energi ini biasanya bersifat sementara dan tidak secara langsung menyebabkan perilaku hiperaktif yang berkelanjutan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa ekspektasi orang tua terhadap efek gula pada perilaku anak bisa memainkan peran yang lebih besar daripada efek gula itu sendiri.

Artinya, jika orang tua percaya bahwa gula akan membuat anaknya hiperaktif, mereka mungkin akan cenderung melihat perilaku tersebut setelah anak mengonsumsi makanan manis, meskipun sebenarnya tidak ada korelasi langsung.

Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa memberikan gula sebanyak-banyaknya pada anak.

Konsumsi gula berlebihan tetap memiliki dampak negatif lain bagi kesehatan anak, seperti risiko obesitas, kerusakan gigi, dan masalah kesehatan lainnya.

Jadi, meskipun mitos tentang gula sebagai penyebab utama hiperaktivitas belum sepenuhnya terbukti, tetap penting untuk membatasi asupan gula pada anak demi kesehatan mereka secara keseluruhan.

2. Mitos: Sedikit Gula Tidak Akan Berbahaya. Fakta: Konsumsi Gula Berlebihan, Bahkan dalam Jumlah Kecil Sejak Dini, Dapat Berdampak Negatif Jangka Panjang

Mungkin banyak orang tua yang berpikir bahwa memberikan sedikit makanan atau minuman manis sesekali tidak akan memberikan dampak buruk bagi anak.

Memang, sesekali memberikan camilan manis sebagai hadiah atau bagian dari perayaan tertentu mungkin tidak masalah.

Namun, masalahnya adalah ketika konsumsi gula pada anak menjadi kebiasaan dan terjadi secara berlebihan, bahkan dalam jumlah kecil setiap harinya.

Faktanya, konsumsi gula berlebihan, terutama sejak usia dini, dapat memberikan dampak negatif jangka panjang bagi kesehatan anak.

Salah satu dampak yang paling jelas adalah peningkatan risiko obesitas.

Makanan dan minuman manis seringkali tinggi kalori namun rendah nutrisi, sehingga dapat menyebabkan anak mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang mereka butuhkan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga merupakan penyebab utama kerusakan gigi pada anak-anak.

Halaman:

Tags

Terkini