Ini mengajarkan mereka konsep penting bahwa keinginan tidak selalu bisa dipenuhi semua, dan kita perlu membuat pilihan dalam batasan yang ada.
Gimana praktiknya?
Salah satu cara paling efektif adalah dengan menetapkan anggaran mainan yang jelas.
Ini bisa berupa uang saku yang memang dialokasikan untuk mainan, budget khusus saat ulang tahun atau hari raya, atau sekadar batas harga yang kita tentukan saat pergi ke toko.
Sampaikan batas anggaran ini kepada anak sebelum mulai memilih.
"Nak, hari ini kita ke toko mainan ya. Kamu boleh pilih satu mainan, tapi harganya nggak boleh lebih dari lima puluh ribu ya." (misalnya).
Saat di toko, biarkan anak melihat-lihat, tapi ingatkan terus tentang batas anggaran tersebut.
Ketika mereka menemukan mainan yang disuka, ajak mereka untuk mengecek harganya bersama-sama.
"Wah, mainan ini harganya tujuh puluh lima ribu. Berarti lebih dari budget kita dong. Coba kita cari lagi yuk yang harganya sesuai."
Proses ini mungkin butuh kesabaran ekstra dari kita, tapi ini adalah latihan mengelola keuangan yang sangat konkret bagi anak.
Mereka belajar membaca harga, membandingkan, dan membuat keputusan dalam koridor budget yang ada.
Ini juga mengajarkan mereka untuk menunda kepuasan (kalau mainan yang diinginkan melebihi budget, mungkin perlu menabung dulu).
Selain anggaran uang, kita juga bisa melibatkan anak dalam pengelolaan 'sumber daya' ruang di rumah.
Kamar atau area bermain anak pasti punya kapasitas terbatas kan?
Nah, ini bisa jadi bahan diskusi saat anak ingin mainan baru, terutama kalau mainan itu ukurannya besar.