Lagi-lagi, kuncinya ada pada obrolan dan pertanyaan pemantik.
Saat anak memilih mainan, ajak mereka memperhatikan aspek keamanan mainan.
"Coba kita lihat, mainan ini ada bagian kecil-kecil yang gampang lepas nggak ya? Bahaya lho kalau sampai tertelan Adik."
"Bahannya aman nggak ya? Ada tanda SNI (Standar Nasional Indonesia) nya nggak?".
"Ini mainan tembak-tembakan, pelurunya keras nggak ya? Sakit nggak kalau kena mata?".
Ajak anak untuk membaca label usia yang direkomendasikan pada kemasan mainan.
"Oh, mainan ini tulisannya untuk usia 5 tahun ke atas, sedangkan kamu baru 3 tahun. Mungkin belum cocok ya, Nak."
Membiasakan anak mengecek hal-hal ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Ini adalah bentuk tanggung jawab dasar.
Selain keselamatan fisik, kita juga bisa ajak anak mempertimbangkan dampak mainan pilihannya pada kenyamanan orang lain di rumah.
Misalnya untuk mainan yang mengeluarkan suara.
"Mainan ini bunyinya kencang banget ya. Nanti kalau dimainin pas Ayah lagi kerja atau Adik lagi tidur, gimana dong?".
"Mungkin kita cari mainan lain yang lebih tenang tapi tetap seru?".
Ini mengajarkan kecerdasan emosional anak untuk berempati dan mempertimbangkan perasaan atau kebutuhan orang lain.
Aspek berbagi juga bisa dimasukkan dalam pertimbangan ini.
Artikel Terkait
3 Peran Serat dalam Diet Sehari-hari dan Cara Efektif Mencegah Diabetes
3 Makanan Sehat yang Harus Ada di Piring Anda untuk Menghindari Diabetes
5 Kebiasaan Makan Sehat untuk Mencegah Diabetes
3 Tips untuk Mempertahankan Hubungan yang Sehat
Bagaimana Cinta Mempengaruhi Hubungan Kita? Ini Dia 3 Jawaban Utamanya!
3 Cara Menyampaikan Perasaan dengan Lebih Efektif
Jenis-Jenis Cinta: Dari Cinta Sejati hingga Cinta Sementara
Menyelami Makna Cinta: Definisi dan Pandangan Berbeda dari Berbagai Budaya
3 Cara Membantu Anak Mengembangkan Rasa Kreativitas melalui Pemilihan Mainan
3 Dampak Positif dan Negatif dari Kebebasan Memilih Mainan untuk Anak