Lewat obrolan santai, tentu saja.
Misalnya, saat anak tertarik pada sebuah mainan, coba deh ajukan pertanyaan pancingan.
"Wah, mainan ini kelihatannya seru ya. Kira-kira, bakal awet nggak ya bahannya?".
"Menurut kamu, mainan ini bakal sering dimainin atau cuma sebentar aja?".
"Kalau mainan ini gampang rusak, nanti gimana dong?".
Pertanyaan seperti ini secara nggak langsung mengajak anak untuk mulai menilai kualitas dan daya tahan mainan.
Mereka jadi belajar bahwa nggak semua mainan dibuat sama.
Ada yang kokoh, ada yang ringkih.
Ada yang bisa dimainkan lama, ada yang mungkin cepat membosankan.
Ini melatih mereka untuk tidak hanya melihat tampilan luar.
Kita juga bisa ajak mereka memikirkan play value atau nilai bermain jangka panjangnya.
"Mainan ini selain bagus, bisa dimainin jadi apa aja ya, Nak?".
"Bisa nggak ya digabung sama mainan kamu yang lain di rumah biar makin seru?".
"Dibanding mainan yang itu, mana ya yang kira-kira nggak bikin cepat bosan?".
Dengan begitu, anak belajar bahwa mainan yang baik itu bukan cuma yang keren saat pertama dilihat, tapi juga yang bisa memberikan kesenangan dan stimulasi dalam waktu yang lebih lama.
Artikel Terkait
3 Peran Serat dalam Diet Sehari-hari dan Cara Efektif Mencegah Diabetes
3 Makanan Sehat yang Harus Ada di Piring Anda untuk Menghindari Diabetes
5 Kebiasaan Makan Sehat untuk Mencegah Diabetes
3 Tips untuk Mempertahankan Hubungan yang Sehat
Bagaimana Cinta Mempengaruhi Hubungan Kita? Ini Dia 3 Jawaban Utamanya!
3 Cara Menyampaikan Perasaan dengan Lebih Efektif
Jenis-Jenis Cinta: Dari Cinta Sejati hingga Cinta Sementara
Menyelami Makna Cinta: Definisi dan Pandangan Berbeda dari Berbagai Budaya
3 Cara Membantu Anak Mengembangkan Rasa Kreativitas melalui Pemilihan Mainan
3 Dampak Positif dan Negatif dari Kebebasan Memilih Mainan untuk Anak