Lewat obrolan santai, tentu saja.
Misalnya, saat anak tertarik pada sebuah mainan, coba deh ajukan pertanyaan pancingan.
"Wah, mainan ini kelihatannya seru ya. Kira-kira, bakal awet nggak ya bahannya?".
"Menurut kamu, mainan ini bakal sering dimainin atau cuma sebentar aja?".
"Kalau mainan ini gampang rusak, nanti gimana dong?".
Pertanyaan seperti ini secara nggak langsung mengajak anak untuk mulai menilai kualitas dan daya tahan mainan.
Mereka jadi belajar bahwa nggak semua mainan dibuat sama.
Ada yang kokoh, ada yang ringkih.
Ada yang bisa dimainkan lama, ada yang mungkin cepat membosankan.
Ini melatih mereka untuk tidak hanya melihat tampilan luar.
Kita juga bisa ajak mereka memikirkan play value atau nilai bermain jangka panjangnya.
"Mainan ini selain bagus, bisa dimainin jadi apa aja ya, Nak?".
"Bisa nggak ya digabung sama mainan kamu yang lain di rumah biar makin seru?".
"Dibanding mainan yang itu, mana ya yang kira-kira nggak bikin cepat bosan?".
Dengan begitu, anak belajar bahwa mainan yang baik itu bukan cuma yang keren saat pertama dilihat, tapi juga yang bisa memberikan kesenangan dan stimulasi dalam waktu yang lebih lama.