3. Frekuensi Buang Air Kecil dan Rasa Haus: Perbedaan Tingkat Keparahan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sering buang air kecil dan merasa haus bisa menjadi gejala baik prediabetes maupun diabetes.
Namun, perbedaannya terletak pada tingkat keparahannya.
Pada prediabetes, frekuensi buang air kecil dan rasa haus mungkin hanya sedikit lebih sering dari biasanya dan mungkin nggak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sedangkan pada diabetes, frekuensi buang air kecil bisa sangat sering, bahkan sampai mengganggu tidur di malam hari.
Rasa haus juga bisa sangat hebat sehingga kamu merasa harus minum terus-menerus meskipun sudah minum banyak.
Ini terjadi karena ginjal berusaha mengeluarkan kelebihan gula dari darah melalui urine.
Akibatnya, tubuh kehilangan banyak cairan dan kamu jadi merasa sangat haus.
4. Perubahan Berat Badan dan Nafsu Makan: Arah yang Berbeda
Perubahan berat badan dan nafsu makan juga bisa menjadi indikator penting untuk membedakan prediabetes dan diabetes.
Pada prediabetes, biasanya nggak ada perubahan berat badan yang signifikan.
Justru, kebanyakan orang dengan prediabetes memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Sedangkan pada diabetes, terutama diabetes tipe 1 yang perkembangannya cepat, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas bisa menjadi salah satu gejala yang menonjol.
Meskipun merasa sangat lapar (polifagia), tubuh pada diabetes tidak bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi karena kekurangan insulin (pada diabetes tipe 1) atau resistensi insulin yang parah (pada diabetes tipe 2).
Akibatnya, tubuh mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi, yang menyebabkan penurunan berat badan.