Sebagai panduan umum, berikut adalah contoh jadwal pengulangan terjadwal yang bisa kamu coba:
-
Pengulangan pertama: Segera setelah selesai belajar materi baru (misalnya 1 jam kemudian).
-
Pengulangan kedua: 1 hari setelah pengulangan pertama.
-
Pengulangan ketiga: 3 hari setelah pengulangan kedua.
-
Pengulangan keempat: 7 hari setelah pengulangan ketiga.
-
Pengulangan kelima: 14 hari setelah pengulangan keempat.
Dan seterusnya, interval waktu pengulangan bisa semakin diperpanjang seiring dengan semakin kuatnya memori tersebut tertanam di otak kita.
Ada banyak aplikasi dan website yang bisa membantu kamu menerapkan pengulangan terjadwal dalam belajar, misalnya Anki, RemNote, atau Quizlet.
Aplikasi-aplikasi ini secara otomatis akan mengatur jadwal pengulangan berdasarkan algoritma spaced repetition, sehingga kamu nggak perlu repot-repot membuat jadwal sendiri.
Dengan menerapkan pengulangan terjadwal secara konsisten, kamu akan memaksimalkan retensi memori jangka panjang dan mengurangi risiko lupa materi pelajaran saat ujian atau saat membutuhkannya di kemudian hari.
3. Elaborasi (Elaboration): Menghubungkan Informasi Baru dengan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki
Strategi belajar aktif yang ketiga untuk meningkatkan daya ingat adalah elaborasi (elaboration).
Elaborasi adalah teknik belajar dengan cara menghubungkan informasi baru yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah kita miliki sebelumnya.
Metode ini membantu kita membangun pemahaman yang lebih dalam dan bermakna terhadap materi pelajaran, sehingga informasi jadi lebih mudah diingat dan diaplikasikan.
Otak kita lebih mudah mengingat informasi yang memiliki makna dan keterkaitan dengan pengetahuan yang sudah ada, dibandingkan informasi yang terisolasi dan tidak terhubung dengan apapun.