3 Strategi Belajar Aktif yang Bisa Meningkatkan Daya Ingat

photo author
- Rabu, 18 Juni 2025 | 21:40 WIB
3 Strategi Belajar Aktif yang Bisa Meningkatkan Daya Ingat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
3 Strategi Belajar Aktif yang Bisa Meningkatkan Daya Ingat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Kunci dari pengambilan aktif adalah melakukan latihan mengingat secara berkala dan konsisten.

Jangan hanya mengandalkan membaca atau mendengarkan materi pelajaran berulang-ulang, karena metode pasif ini kurang efektif untuk memperkuat daya ingat.

Jadikan pengambilan aktif sebagai bagian dari rutinitas belajarmu, dan rasakan sendiri perbedaannya dalam daya ingat dan pemahaman materimu.

2. Pengulangan Terjadwal (Spaced Repetition): Mengulang Materi pada Interval Waktu yang Tepat

Strategi belajar aktif yang kedua untuk meningkatkan daya ingat adalah pengulangan terjadwal (spaced repetition).

Pengulangan terjadwal adalah teknik belajar dengan cara mengulang materi pelajaran pada interval waktu yang semakin lama.

Metode ini didasarkan pada prinsip spacing effect dalam psikologi kognitif, yang menunjukkan bahwa informasi lebih mudah diingat dalam jangka panjang jika dipelajari dan diulang secara berkala dengan jeda waktu tertentu, dibandingkan jika dipelajari secara massal dalam waktu singkat (cramming).

Bayangkan proses mengingat itu seperti membangun jalan setapak di hutan.

Awalnya, jalan setapak itu masih samar dan mudah tertutup semak belukar.

Tapi, semakin sering kita melewati jalan setapak tersebut, semakin jelas dan permanen jalan setapak itu terbentuk.

Begitu juga dengan memori, semakin sering kita mengulang materi pelajaran pada interval waktu yang tepat, semakin kuat memori tersebut tertanam di otak kita.

Pengulangan terjadwal bekerja dengan cara memanfaatkan forgetting curve atau kurva lupa.

Kurva lupa menunjukkan bahwa kita cenderung melupakan sebagian besar informasi yang baru dipelajari dalam waktu singkat, terutama dalam 24 jam pertama.

Nah, dengan melakukan pengulangan terjadwal tepat sebelum kita mulai lupa, kita bisa me-refresh memori tersebut dan memperlambat proses pelupaan.

Interval waktu pengulangan bisa disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi dan kemampuan daya ingat masing-masing individu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X