Perasaan ini mengaburkan persepsi kita terhadap hubungan yang sehat, dan menyebabkan kita terus bertahan meskipun kita tahu itu merugikan kita.
2. Trauma Bonding Mengurangi Rasa Percaya Diri
Salah satu dampak besar dari trauma bonding adalah penurunan rasa percaya diri.
Dalam hubungan yang penuh dengan dinamika trauma bonding, seringkali pihak yang mengalami penderitaan merasa disalahkan atas segala masalah yang terjadi dalam hubungan tersebut.
Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak layak mendapatkan hubungan yang lebih baik, bahkan jika mereka sadar bahwa mereka diperlakukan dengan buruk.
Hal ini dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya diri yang parah.
Ketika kamu merasa terus-menerus dihina atau direndahkan, itu bisa memengaruhi bagaimana kamu melihat diri sendiri.
Kamu mungkin mulai meragukan nilai dirimu dan merasa tidak mampu untuk mendapatkan cinta atau perhatian yang sehat dari orang lain.
Padahal, rasa percaya diri yang kuat sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan memadai.
3. Trauma Bonding Membuat Sulit Menjalin Hubungan Sehat di Masa Depan
Ketika seseorang terjebak dalam pola trauma bonding, mereka cenderung membawa luka emosional tersebut ke hubungan berikutnya.
Pengalaman traumatis yang belum sembuh bisa membuat kita terbiasa dengan dinamika hubungan yang tidak sehat dan menganggapnya sebagai hal yang normal.
Hal ini menghalangi kemampuan kita untuk menjalin hubungan yang sehat di masa depan.
Seseorang yang mengalami trauma bonding mungkin kesulitan untuk membangun kepercayaan dan merasa cemas berlebihan dalam hubungan baru.
Mereka bisa merasa takut akan pengkhianatan atau manipulasi yang pernah mereka alami sebelumnya, meskipun pasangan baru mereka tidak berperilaku demikian.