3 Alasan Mengapa Trauma Bonding Berbahaya bagi Kesehatan Emosional dan Tips Menghindarinya

photo author
- Senin, 16 Juni 2025 | 20:27 WIB
3 Alasan Mengapa Trauma Bonding Berbahaya bagi Kesehatan Emosional dan Tips Menghindarinya (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
3 Alasan Mengapa Trauma Bonding Berbahaya bagi Kesehatan Emosional dan Tips Menghindarinya (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA - Pernahkah kamu merasa bahwa hubungan yang kamu jalani, meskipun sering menyakitkan, sulit untuk dilepaskan?

Mungkin ada saat-saat ketika pasangan atau orang yang kamu sayangi memperlakukanmu dengan buruk, namun kamu tetap merasa terikat dan tidak bisa lepas.

Itulah yang disebut dengan trauma bonding.

Trauma bonding terjadi ketika seseorang merasa terikat secara emosional dengan orang yang sering kali menyakitinya, baik itu secara fisik maupun emosional.

Meskipun hubungan ini penuh dengan penderitaan, perasaan cinta atau ketergantungan bisa sangat kuat, sehingga sulit untuk keluar dari hubungan tersebut.

Baca Juga: 3 Ciri-ciri Orangtua yang Mengalami Kelelahan Emosional dan Cara Mengatasinya

Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan emosional, karena bisa menumbuhkan perasaan rendah diri, kebingungan, dan bahkan kehilangan identitas diri.

Pada artikel ini, kita akan membahas tiga alasan mengapa trauma bonding berbahaya bagi kesehatan emosional dan beberapa tips untuk menghindarinya.

1. Trauma Bonding Mengganggu Kesehatan Mental dan Emosional

Trauma bonding dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional secara signifikan.

Ketika seseorang terus-menerus mengalami perlakuan buruk dari orang yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman, itu dapat menimbulkan rasa cemas, depresi, dan bahkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Ketergantungan emosional yang berkembang akibat trauma bonding sering kali membuat seseorang merasa tidak berdaya dan tak mampu keluar dari situasi yang merusak tersebut.

Perasaan bingung antara cinta dan kebencian sering muncul dalam hubungan yang diliputi oleh trauma bonding.

Ini terjadi karena orang yang mengalami trauma bonding mungkin merasa ada harapan setiap kali pasangan mereka menunjukkan sisi baik atau meminta maaf setelah berbuat salah, meskipun perilaku buruk mereka terus berulang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X