lifestyle

KISAH INSPIRATIF! Mengenal Mochtar Riady, Pendiri Lippo Group yang Masuk Daftar Triliuner Versi Majalah Forbes 2024

Sabtu, 30 November 2024 | 09:15 WIB
KISAH INSPIRATIF! Mengenal Mochtar Riady, Pendiri Lippo Group yang Masuk Daftar Triliuner Versi Majalah Forbes 2024 (Potret Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. (YouTube.com / Gilbert Lumoindong))

KLIK SAJA - Sebagian orang mengenal Lippo Group sebagai sebuah konglomerat bisnis di Indonesia yang beroperasi di berbagai bidang, mulai dari sektor properti hingga perbankan.

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Siloam International Hospitals (SILO) merupakan salah satu dari 50 perusahaan anak yang dimiliki oleh Lippo Group.

Kegiatan bisnis grup ini tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga meluas ke wilayah Asia Pasifik, termasuk Hong Kong dan Shanghai.

Berkaca dari kesuksesan Lippo Group, terdapat sosok pebisnis dengan filosofi hidup yang damai. Berikut ini kisah inspiratif selengkapnya.

Baca Juga: Budaya Anti Utang di Jerman yang Patut dicontoh Rakyat Indonesia

Berjuang Hidup dengan Sang Ayah

Pendiri Lippo Group adalah Mochtar Riady, yang saat ini berusia 96 tahun.

Dalam sebuah diskusi dengan pendeta asal Indonesia, Gilbert Lumoindong, Riady membagikan kenangan masa kecilnya ketika ia tinggal bersama ayahnya tercinta.

“Saya merasa beruntung memiliki seorang ayah yang sangat baik. Tanpa kehadiran ayah saya, saya tidak akan ada di sini hari ini,” kata Riady dalam video di Kanal YouTube Gilbert Lumoindong yang dipublikasikan pada 14 Agustus 2024.

Riady menuturkan saat itu hidupnya merana kala ditinggal oleh sang ibunda dan tiga orang adiknya yang meninggal dunia.

Baca Juga: 3 Langkah Melatih Kedewasaan Emosional dalam Keseharian

"Saya (saat berusia) 9 tahun, ibu saya sudah meninggal. Dan 2 tahun kemudian, 3 adik saya berturut-turut juga meninggal dunia. Ini adalah suatu hal yang sangat berat bagi saya," terangnya.

Pada usia 11 tahun, Riady juga sempat hidup sendiri usai sang ayah ditangkap karena dituding sebagai pihak yang anti dengan pendudukan Jepang di Indonesia.

"Saat Jepang masuk ke Indonesia, ayah saya ditangkap karena diduga sebagai pihak yang anti dengan pendudukan Jepang di Indonesia. Kemudian setelah Jepang keluar dari Indonesia, (ayah Riady) dibebaskan," tutur Riady.

Halaman:

Tags

Terkini