Cara Tetap Optimis di Tengah Membanjirnya Berita Negatif pada Sosial Media

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 19 November 2024 | 19:21 WIB
Ilustrasi membaca berita negatif di sosial media (i stock)
Ilustrasi membaca berita negatif di sosial media (i stock)

KLIK SAJA - Perang genosida di Gaza, kecelakaan lalu lintas, kekerasan dalam rumah tangga hingga kerusuhan adalah sebagian berita negatif yang kerap menghiasi jendela sosial media kita.

Jika demikian adanya bagaimana caranya agar bisa tetap optimis meskipun berita negatif membanjiri dunia digital 24/7.

Kebanyakan dari kita kadang menjadi pesimis ketika mendengar berita-berita negatif tersebut bahkan cenderung menjadi paranoid ketika bepergian.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Tidak Tahu Apa yang Harus Dilakukan

Melihat kecenderungan media sosial saat ini, jika disadari hal yang membuat berita tersebut menjadi negatif, justru bukan kontennya, namun kebencian dan ketidaksopanan yang mewarnai kolom komentarnya.

Sebuah studi Universitas Winnipeg  yang menganalisis setiap tweet yang diunggah oleh anggota Kongres AS antara tahun 2009 dan 2019.

Hasilnya menemukan bahwa ketika mereka mengungkapkan lebih banyak ketidaksopanan negatif terhadap orang lain di media sosial,

Dan mereka pun menerima lebih banyak suka dan retweet daripada ketika mereka mengunggah komentar positif yang memuji pengikut mereka.

Baca Juga: Mengapa Hal-Hal Buruk Terjadi Pada Orang Baik

Setali tiga uang, sebuah studi Universitas New York yang menganalisis lebih dari 2,7 juta unggahan Facebook dan Twitter menemukan bahwa pesan negatif dan bermusuhan dua kali lebih sering dibagikan atau di-retweet daripada pesan positif atau netral.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia, dimana isi beritanya sebenarnya tak memiliki dimensi yang luas, namun menjadi luas dan viral akibat komentar-komentar negatif di dalamnya.

Meskipun konten berita yang bernada kasar terus merebak, namun pertanyaanya, kenapa ini terus terjadi dan banyak yang membacanya.

Dampaknya tentu akan mempengaruhi optimisme kita dalam menjalani hidup, dimana sudut pandang kita menjadi berubah ketika melihat suatu masalah.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan jika kita terjebak dalam keadaan ini?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Psychology Today

Tags

Rekomendasi

Terkini

X