Anak usia 2-18 tahun: Untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas, American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi asupan gula tambahan hingga tidak lebih dari 6 sendok teh (sekitar 25 gram) per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar 100 kalori. Penting untuk diingat bahwa rekomendasi ini adalah batas maksimal, dan idealnya asupan gula tambahan harus lebih rendah dari jumlah tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa rekomendasi ini berfokus pada gula tambahan, bukan gula alami yang terdapat dalam buah-buahan, sayuran, atau produk susu.
Gula alami ini biasanya datang bersamaan dengan nutrisi penting lainnya seperti serat, vitamin, dan mineral, sehingga tidak memberikan dampak negatif yang sama seperti gula tambahan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Memahami perbedaan antara gula alami dan gula tambahan adalah kunci penting dalam mengelola asupan gula anak-anak.
2. Memahami Perbedaan Antara Gula Alami dan Gula Tambahan dalam Diet Anak
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penting untuk memahami perbedaan antara gula alami dan gula tambahan dalam diet anak-anak.
Gula alami secara inheren terdapat dalam makanan utuh seperti buah-buahan (fruktosa) dan produk susu (laktosa).
Makanan-makanan ini tidak hanya mengandung gula, tetapi juga kaya akan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh anak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Serat dalam buah-buahan membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba.
Sementara itu, produk susu menyediakan kalsium dan protein yang penting untuk kesehatan tulang dan otot.
Di sisi lain, gula tambahan adalah gula yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan minuman selama proses pembuatan atau pengolahan.
Sumber utama gula tambahan dalam diet anak-anak seringkali berasal dari minuman manis seperti soda, jus buah kemasan, minuman olahraga, dan minuman berperasa lainnya.
Selain itu, gula tambahan juga banyak ditemukan dalam makanan olahan seperti permen, cokelat, kue, biskuit, sereal sarapan manis, dan bahkan beberapa jenis saus dan makanan gurih.
Gula tambahan ini seringkali disebut sebagai "kalori kosong" karena hanya memberikan sedikit atau bahkan tidak ada nutrisi penting bagi tubuh.
Konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat dengan mudah menyebabkan asupan kalori berlebihan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan risiko obesitas.
Artikel Terkait
3 Cara Untuk Berhasil Menurunkan 20 Kg dengan Diet Karbohidrat
3 Peran Olahraga dalam Diet Karbohidrat dan Aktivitas yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
3 Makanan Sehari-hari yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
3 Kesalahan Umum dalam Diet Karbohidrat yang Harus Dihindari
3 Panduan Lengkap untuk Mengurangi Karbohidrat dan Makanan Pengganti yang Lezat serta Sehat
Mitos dan Fakta tentang Gula dalam Makanan Anak: Apa yang Harus Diketahui?
3 Cara Mengurangi Asupan Gula pada Diet Anak Tanpa Mengorbankan Rasa
3 Alternatif Sehat untuk Gula: Snack dan Minuman yang Disukai Anak
3 Dampak Kelebihan Gula pada Kesehatan Anak dan Apa yang Perlu Diketahui Orang Tua?
Memahami Yadnya Kasada: Ritual Adat Orang Tengger Hormati Gunung Bromo