Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui

photo author
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 05:51 WIB
Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Akrilamida juga dapat terbentuk saat makanan yang mengandung karbohidrat tinggi digoreng pada suhu tinggi dalam waktu yang lama, terutama jika menggunakan minyak jelantah.

Konsumsi makanan yang mengandung senyawa karsinogenik secara teratur dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker dalam jangka panjang.

2. Peningkatan Kadar Lemak Trans yang Merusak Jantung

Proses pemanasan minyak goreng, terutama jika dilakukan berulang kali dan pada suhu tinggi, dapat meningkatkan pembentukan lemak trans.

Lemak trans adalah jenis lemak tidak sehat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak, yang merupakan awal dari penyakit jantung.

Sementara itu, kadar kolesterol HDL yang rendah mengurangi kemampuan tubuh untuk membersihkan kolesterol jahat dari arteri.

Penggunaan minyak jelantah secara berulang kali akan semakin meningkatkan kadar lemak trans dalam minyak tersebut, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung jika kita sering mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak ini.

3. Pembentukan Radikal Bebas yang Memicu Stres Oksidatif

Pemanasan minyak goreng juga dapat menyebabkan oksidasi, yaitu reaksi antara minyak dengan oksigen.

Proses oksidasi ini akan menghasilkan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan stres oksidatif.

Stres oksidatif telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, penuaan dini, dan beberapa jenis kanker.

Penggunaan minyak jelantah akan mempercepat proses oksidasi ini, sehingga kandungan radikal bebas dalam minyak akan semakin tinggi.

Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah berarti kita juga memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh, yang dapat memicu kerusakan sel dan meningkatkan risiko penyakit.

4. Peningkatan Risiko Peradangan Kronis dalam Tubuh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X