Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui

photo author
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 05:51 WIB
Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Mengapa Minyak Jelantah Berbahaya: Dampak Kesehatan yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA - Siapa di antara kita yang tidak pernah tergoda dengan aroma gurih dan renyahnya makanan yang digoreng?

Teknik memasak dengan cara menggoreng memang sangat populer dan menghasilkan hidangan yang disukai banyak orang.

Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan menggunakan minyak jelantah, atau minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali, ternyata menyimpan bahaya yang cukup serius bagi kesehatan kita?

Mungkin kita seringkali berpikir bahwa memanaskan ulang minyak goreng adalah cara yang ekonomis dan praktis.

Sayangnya, proses ini justru dapat menghasilkan berbagai senyawa berbahaya yang bisa berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang.

Baca Juga: Cara Mengenali Minyak Jelantah: Tips untuk Memastikan Kesehatan Kuliner Anda

Lantas, mengapa minyak jelantah berbahaya?

Apa saja dampak kesehatan yang perlu diketahui agar kita lebih waspada dan menghindari penggunaannya?

Yuk, kita telaah lebih dalam mengenai bahaya tersembunyi di balik minyak goreng bekas ini!

1. Pembentukan Senyawa Karsinogenik yang Memicu Kanker

Salah satu alasan utama mengapa minyak jelantah berbahaya adalah karena proses pemanasan berulang dapat memicu pembentukan senyawa karsinogenik.

Senyawa karsinogenik adalah zat-zat yang dapat menyebabkan kanker.

Dalam minyak jelantah, beberapa senyawa karsinogenik yang berpotensi terbentuk antara lain adalah polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan akrilamida.

PAHs terbentuk akibat pembakaran tidak sempurna dari zat organik, termasuk minyak goreng yang terlalu panas atau digunakan berulang kali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X