3 Tips untuk Mendeteksi Hipertensi pada Diri Sendiri dan Orang Terdekat

photo author
- Jumat, 20 Juni 2025 | 05:59 WIB
3 Tips untuk Mendeteksi Hipertensi pada Diri Sendiri dan Orang Terdekat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
3 Tips untuk Mendeteksi Hipertensi pada Diri Sendiri dan Orang Terdekat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Sebenarnya, ada beberapa gejala ringan yang bisa menjadi petunjuk adanya hipertensi, meskipun seringkali diabaikan atau dianggap sebagai keluhan biasa.

Beberapa gejala hipertensi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sakit Kepala: Sakit kepala yang sering muncul, terutama di bagian belakang kepala atau tengkuk, bisa menjadi tanda hipertensi. Sakit kepala ini biasanya terasa berdenyut atau tegang.
  • Pusing atau Kliyengan: Merasa pusing, kliyengan, atau seperti berputar, terutama saat bangun tidur atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba, juga bisa menjadi gejala hipertensi.
  • Mudah Lelah dan Lemas: Merasa mudah lelah dan lemas tanpa alasan yang jelas, padahal aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat, bisa jadi merupakan indikasi hipertensi.
  • Pandangan Kabur atau Mata Berkunang-kunang: Penglihatan yang tiba-tiba menjadi kabur atau mata berkunang-kunang, terutama saat tekanan darah sedang tinggi, juga perlu diwaspadai sebagai gejala hipertensi.
  • Mimisan atau Hidung Berdarah: Mimisan atau hidung berdarah tanpa sebab yang jelas, terutama jika terjadi berulang kali, bisa menjadi tanda tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Telinga Berdenging (Tinnitus): Meskipun jarang, beberapa orang dengan hipertensi juga mengalami telinga berdenging atau tinnitus.

Gejala-gejala ini memang tidak spesifik untuk hipertensi, bisa juga disebabkan oleh penyakit lain atau kondisi tubuh yang sedang kurang fit.

Namun, jika kamu atau orang terdekatmu sering merasakan gejala-gejala di atas, terutama jika disertai faktor risiko hipertensi, jangan diabaikan.

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

3. Kenali Faktor Risiko: Tingkatkan Kewaspadaan Jika Ada Faktor Pemicu

Tips ketiga untuk mendeteksi hipertensi adalah dengan mengenali faktor-faktor risiko hipertensi.

Dengan mengetahui faktor risiko yang kita miliki atau dimiliki orang terdekat, kita bisa lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hipertensi.

Faktor-faktor risiko hipertensi secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah.

  • Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah:

    • Usia: Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 40 tahun.
    • Riwayat Keluarga: Jika ada keluarga dekat (orang tua, saudara kandung) yang menderita hipertensi, risiko kamu untuk terkena penyakit ini juga akan lebih tinggi.
    • Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko hipertensi lebih tinggi dibandingkan wanita sebelum usia 65 tahun. Namun, setelah usia 65 tahun, risiko hipertensi pada wanita menjadi lebih tinggi.
    • Ras atau Etnis: Beberapa kelompok ras atau etnis, seperti Afrika-Amerika, memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan ras atau etnis lain.
  • Faktor Risiko yang Dapat Diubah:

    • Gaya Hidup Tidak Sehat: Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
    • Obesitas atau Kelebihan Berat Badan: Kelebihan berat badan dan obesitas meningkatkan beban kerja jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.
    • Stres yang Tidak Terkelola: Stres kronis dapat memicu peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.
    • Penyakit Tertentu: Beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit ginjal, dan sleep apnea dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Jika kamu atau orang terdekatmu memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, jangan anggap remeh.

Justru, faktor risiko ini harus menjadi pengingat untuk lebih waspada terhadap hipertensi.

Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan perhatikan gejala-gejala yang mungkin muncul.

Dengan mengenali faktor risiko, kita bisa lebih proaktif dalam mendeteksi hipertensi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Deteksi dini hipertensi akan memberikan kita kesempatan emas untuk mencegah komplikasi yang berbahaya dan menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah kita dalam jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X