Mengapa Rasulullah Makan Sahur dan Buka Puasa dengan Kurma? Apa Alasan Rasul Makan Kurma dalam Jumlah yang Ganjil? Temukan Disini Jawabannya!

photo author
- Kamis, 6 Maret 2025 | 09:11 WIB
Mengapa Rasul Memakan Buah Kurma dalam Jumlah Ganjil (ilustrasi gambar / pixabay)
Mengapa Rasul Memakan Buah Kurma dalam Jumlah Ganjil (ilustrasi gambar / pixabay)

KLIK SAJA - Rasulullah Muhammad SAW dikenal sebagai teladan bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal makan sahur dan berbuka puasa.

Salah satu kebiasaan beliau adalah mengonsumsi kurma saat sahur dan buka puasa. Terdapat beberapa alasan yang mendasari pilihan ini.

Kurma adalah buah yang kaya akan nutrisi. Dalam setiap 100 gram kurma, terdapat sekitar 277 kalori, serta kandungan karbohidrat yang tinggi, yaitu sekitar 75 gram.

Selain itu, kurma juga mengandung serat, vitamin B6, potasium, magnesium, dan antioksidan. Nutrisi ini sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Baca Juga: Bolehkah Taubat di Bulan Ramadhan? Bagaimana Caranya?

Sunnah Rasulullah

Mengikuti sunnah Rasulullah merupakan bagian dari ajaran Islam. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan kurma.

Dengan mengikuti kebiasaan ini, umat Islam tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan tetapi juga mendapatkan pahala karena meneladani Nabi.

Ketika berbuka puasa setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat.

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang dapat memberikan energi instan. Ini sangat membantu untuk mengembalikan stamina setelah berpuasa.

Kenapa Rasul Mengonsumsi Kurma dalam Jumlah Ganji?

Rasulullah juga dikenal mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil saat berbuka puasa. Hal ini berdasarkan pada prinsip sunnah yang dianjurkan dalam Islam untuk melakukan sesuatu secara ganjil. Misalnya, jika seseorang memakan tiga atau lima butir kurma saat berbuka puasa.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Vibes Ramadan 90an Terasa Lebih Syahdu Ketimbang Jaman Now

Mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil juga dianggap sebagai simbol keberkahan. Dalam tradisi Islam, angka ganjil sering kali diasosiasikan dengan hal-hal positif dan berkah dari Allah SWT.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X