Klik Saja - Ada sebuah hadis populer yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ
"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga."
(HR. Ath-Thabrani, Syaikh Al-Albani menyatakan hadis ini shahih lighoirihi dalam Shahih At-Targib wa At-Tarhib no. 1084)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa puasa bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik.
Puasa memiliki makna yang lebih dalam, yaitu menahan diri dari segala perbuatan yang mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, berbohong, atau melakukan perbuatan sia-sia.
Baca Juga: Bulan Ramadan adalah Ujian Melatih Kesabaran dan Keteguhan Diri
Sayangnya, banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa lapar dan haus, tanpa meraih esensi dan keutamaan puasa itu sendiri.
Puasa yang Hanya Sekadar Rutinitas
Banyak orang menjalankan puasa hanya sebagai rutinitas tahunan tanpa memahami makna dan tujuannya.
Mereka mungkin menahan diri dari makan dan minum, tetapi tidak menjaga diri dari perbuatan yang merusak nilai puasa.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dengan puasanya." (HR. Bukhari).
Kemudian adapula orang yang berpuasa hanya untuk dilihat dan dipuji oleh orang lain, bukan karena mengharap ridha Allah SWT.
Puasa seharusnya diiringi dengan ibadah lain seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan sedekah. Namun, banyak orang yang justru malas beribadah saat Ramadan.
Ramadan sebagai Ajang Pamer Kekayaan
Di era modern, Ramadan sering kali disalahartikan sebagai ajang pamer kekayaan dan gaya hidup. Beberapa orang berlomba-lomba menunjukkan kemewahan mereka.