Memaknai Hadis Populer Harumnya Bau Mulut Orang Berpuasa, Apa Sewangi Itu?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 5 Maret 2025 | 10:52 WIB
ilustrasi bau mulut orang berpuasa (promedia)
ilustrasi bau mulut orang berpuasa (promedia)

KLIK SAJA – Pada sebuah hadis populer yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
"Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya misik (kasturi)."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan betapa mulianya orang yang berpuasa di hadapan Allah SWT.

Meskipun bau mulut orang yang berpuasa mungkin kurang sedap secara fisik, namun di sisi Allah, bau tersebut justru lebih harum daripada wewangian misik, salah satu wewangian termahal di dunia.

Baca Juga: Mari Memaknai Hadis: Banyak Orang Berpuasa Namun Hanya Mendapat Lapar dan Haus

Selain itu, dalam riwayat lain, Makhul RA meriwayatkan bahwa para ahli surga mencium sesuatu yang sangat harum dan berkata, "Ya Rabb kami, kami tidak pernah mencium bau yang lebih harum daripada ini sejak kami memasuki surga." Lalu dikatakan kepada mereka, "Inilah bau mulut orang-orang yang berpuasa."

Namun, hadis ini tidak bisa dimaknai secara tekstual semata.

Ada makna mendalam yang perlu kita renungkan sebagai pelajaran berharga dalam menjalankan ibadah puasa.

Makna Metafora dalam Hadis

Bau mulut yang harum di sisi Allah adalah metafora dari ketakwaan dan keikhlasan orang yang berpuasa.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, berbohong, atau melakukan perbuatan sia-sia.

Saat seseorang berpuasa dengan ikhlas dan menjaga diri dari hal-hal yang merusak puasa, maka puasanya menjadi bernilai tinggi di mata Allah.

Bau mulut yang kurang sedap saat berpuasa adalah simbol pengorbanan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa.

Pengorbanan ini bukan hanya berupa menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu dan godaan duniawi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X