Urine jadi lebih pekat, dan mineral-mineral dalam urine jadi lebih mudah mengkristal dan membentuk batu.
Nggak mau kan ginjal kita bermasalah cuma gara-gara kurang minum air putih?
Oleh karena itu, pastikan kamu minum air putih yang cukup setiap hari.
Jumlah idealnya memang beda-beda tiap orang, tergantung berat badan, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Tapi, sebagai patokan umum, usahakan minum minimal 8 gelas air putih sehari.
Lebih banyak lebih baik, apalagi kalau kamu aktif bergerak atau tinggal di daerah yang panas.
Tips Praktis Mencukupi Kebutuhan Air Putih Harian:
- Bawa botol air minum ke mana pun: Biar nggak lupa minum, selalu bawa botol air minum ke mana pun kamu pergi. Taruh di meja kerja, di tas, di mobil, pokoknya selalu sedia air putih di dekatmu.
- Minum air putih sebelum makan: Biasakan minum segelas air putih sebelum makan. Selain membantu menghidrasi tubuh, minum air sebelum makan juga bisa membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.
- Set alarm pengingat minum: Kalau kamu sering lupa minum air putih, coba set alarm di handphone atau smartwatch setiap 1-2 jam sekali sebagai pengingat untuk minum.
- Ganti minuman manis dengan air putih: Hindari minuman manis kayak soda, jus kemasan, atau teh manis yang justru bisa bikin ginjal kerja lebih keras. Ganti semua minuman manis itu dengan air putih.
- Perhatikan warna urine: Warna urine bisa jadi indikator sederhana apakah kamu sudah cukup minum atau belum. Urine yang sehat itu warnanya kuning pucat atau bening. Kalau urinemu warnanya kuning pekat, berarti kamu kurang minum dan harus segera menambah asupan air putih.
Ingat, air putih itu adalah ‘makanan’ paling dasar dan paling penting untuk ginjal kita.
Jangan pernah remehkan kekuatan air putih dalam menjaga kesehatan ginjalmu ya!
2. Buah-buahan Rendah Kalium: Pilihan Manis dan Sehat untuk Ginjal yang Sensitif
Makanan sehat kedua yang bagus untuk ginjal adalah buah-buahan rendah kalium.
Kalium itu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengatur tekanan darah.
Tapi, bagi orang dengan masalah ginjal, terutama penyakit ginjal kronis (PGK), asupan kalium justru perlu dibatasi.
Kenapa?
Karena, ginjal yang rusak atau kurang berfungsi optimal jadi kesulitan membuang kelebihan kalium dari tubuh.
Artikel Terkait
Perbandingan Minyak Kelapa dan Minyak Lain dalam Menurunkan Kolesterol
3 Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan Jantung dan Kolesterol
Motivasi dan Mindset Positif untuk Memulai Diet di Tahun Baru
3 Rencana Makan Mingguan yang Ekonomis untuk Diet Efektif
3 Cara Berolahraga di Rumah Tanpa Biaya untuk Mendukung Diet
3 Resep Diet Murah: Makanan Sehat yang Bisa Dibuat di Rumah
3 Tips Memilih Makanan Sehat dengan Anggaran Terbatas untuk Diet Tahun Baru
3 Manfaat Tidur Cukup bagi Kesehatan Ginjal
3 Cara Mengurangi Konsumsi Garam untuk Ginjal yang Sehat
3 Olahraga Ringan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal