Bagaimana Sensasi Rasa Asam Bekerja di Lidah Kita, Buat Kamu Para Penggemar Cuko Pempek

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 16 Februari 2025 | 10:30 WIB
ilustrasi cuko pempek palembang yang berciri rasa asam (promedia)
ilustrasi cuko pempek palembang yang berciri rasa asam (promedia)

KLIK SAJA – Siapa diantara pembaca Klik Saja yang sangat menggemari Pempek Palembang, sudah pasti takkan melewatkan cuko asamnya yang sangat khas.

Rasa asam merupakan salah satu rasa favorit selain manis dan umami, lalu mengapa rasa ini bisa menjadi sensasi tersendiri.

Bahkan rasa asam dipercaya banyak memberikan manfaat kesehatan, seperti makanan berfermentasi.

Keju, cuka apel, kecap asin adalah contoh bahan makanan yang sudah teruji memberikan manfaat kesehatan.

Pertanyaannya bagaimana sensasi kecut pada asam bisa memberikan kenikmatan tersendiri.

Bayangkan semua hal menakjubkan yang dilakukan lidah Anda.

Sel-sel khusus di lidah, misalnya, memberi kita dalam kemampuan untuk menikmati dan merasakan rempah-rempah dan rasa lain dari masakan dunia.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah menyelidiki sel-sel yang memungkinkan kita mendeteksi lima rasa yang berbeda: asin, manis, pahit, asam, dan umami.

Umami menggambarkan rasa suatu zat yang disebut monosodium glutamat (MSG).

Sejauh ini, manis, pahit, dan umami cukup dipahami, sementara dua rasa lainnya yaitu asin dan asam masih misterius.

Kini, akhirnya, para peneliti mungkin telah menemukan rahasia di balik rasa asam dari lemon, cuka, dan permen jeli asam.

Satu protein, yang disebut PKD2L1, mungkin bisa menjawabnya.

Untuk menguraikan sistem rasa asam, para ilmuwan mulai dengan mengasumsikan bahwa protein penginderaan rasa asam akan memiliki sifat dasar yang sama dengan protein yang memungkinkan kita merasakan rasa lain.

Secara umum, molekul-molekul ini, yang disebut reseptor, tertanam di dalam sel-sel lidah tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X