Waduh! Udang Selingkuh Papua Ternyata Nikmat Rasanya

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 22 Desember 2024 | 19:01 WIB
Sajian Udang Selingkuh, Bukan Udang, juga bukan kepiting (Orange Magz)
Sajian Udang Selingkuh, Bukan Udang, juga bukan kepiting (Orange Magz)

KLIK SAJA - Ketika melihat spesies crustacea endemik Papua ini, seketika kita sulit menebaknya, badannya bagaikan udang, tetapi memiliki capit besar layaknya kepiting, jika mengarah lobster juga tidak demikian, karena hidup di air tawar.

Atas dasar itulah, warga Papua menyebut hewan crustacea ini dengan sebutan Udang Selingkuh, karena dianggap spesies ‘perselingkuhan’ antara udang dan kepiting.

Hal yang membuatnya unik lagi adalah udang selingkuh tidak hidup di muara atau di sekitar terumbu karang, melainkan di sungai-sungai di Pegunungan Papua pada ketinggian 1.650-1750 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Menyusuri Magis Kali Biru di Lembah Grime Nawa Papua, Lokasinya Mirip Film Avatar

Ciri lain dari udang selingkuh yaitu memiliki cangkang lebih keras dari udang biasa.

Ukuran capitnya lebih kecil dari kepiting biasa, serta memiliki warna tubuh hitam agak kebiruan.

Udang Selingkuh di habitat aslinya pegunungan papua
Udang Selingkuh di habitat aslinya pegunungan papua (Generasi Biologi)

Sejatinya hewan ini adalah lobster air tawar (freshwater crayfish) atau udang karang meski ukuran tubuhnya tidaklah sebesar lobster air asin.

Habitat alaminya ada di Sungai Baliem, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Secara ilmiah, udang selingkuh ini masuk ke dalam genus Cherax sp dan merupakan organisme dasar serta pemakan di dasar perairan.

Baca Juga: Berkunjung ke Pulau Sabira, Wilayah Paling Utara di Jakarta

Masyarakat Suku Dani kerap menjadikan lobster air tawar ini bagian dari lauk makanan mereka.

Udang selingkuh ditangkap di sungai sekitar Lembah Baliem hanya dengan tangan kosong atau dengan bantuan alat serok terbuat dari rajutan kulit kayu pohon melinjo.

Sebagian lainnya menangkap hewan unik ini menggunakan jala atau alat pancing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BRIN, Indonesia.go id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X