Tips Menjaga Daya Ingat Memori Agar Selalu Tetap Tajam

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 24 November 2024 | 11:38 WIB
Ilustrasi tingkatkan daya ingat (pixabay)
Ilustrasi tingkatkan daya ingat (pixabay)

KLIK SAJA - Seiring bertambahnya usia, kita semua mulai menyadari beberapa perubahan dalam kemampuan kita mengingat sesuatu.

Sebagian besar  masalah ingatan sementara  yang kita alami seiring bertambahnya usia mencerminkan perubahan normal dalam struktur dan fungsi otak.

Perubahan ini dapat memperlambat proses kognitif tertentu, sehingga membuatnya sulit untuk mempelajari hal-hal baru dengan cepat atau menyingkirkan gangguan yang dapat mengganggu ingatan dan pembelajaran.

Baca Juga: 3 Langkah Melatih Kedewasaan Emosional dalam Keseharian

Memang, perubahan ini dapat membuat frustrasi ketika kita perlu mempelajari keterampilan baru atau menangani berbagai tanggung jawab.

Berikut empat strategi yang disarankan dari Harvard Health dapat dicoba meningkatkan daya ingat memori kita

Terus Belajar

Tingkat pendidikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan fungsi mental yang lebih baik di usia tua.

Kebanyakan dari kita, beranggapan bahwa jika telah menyelesaikan studi sekolah, maka berhentilah untuk mempelajari sesuatu.

Para ahli berpendapat upaya untuk selalu mempelajari sesuatu walau usia terus bertambah dapat membantu menjaga daya ingat tetap kuat dengan membiasakan seseorang untuk aktif secara mental.

Menantang otak Anda dengan latihan mental diyakini dapat mengaktifkan proses yang membantu memelihara sel-sel otak individual.

Jadi, tetaplah mencari ilmu hingga akhir hayat.

Percaya Pada Diri Sendiri

Orang-orang yang percaya bahwa mereka tidak dapat mengendalikan fungsi daya ingat mereka cenderung tidak berusaha untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan daya ingat mereka dan oleh karena itu cenderung mengalami penurunan kognitif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Psychology Today

Tags

Rekomendasi

Terkini

X