KLIK SAJA - Film "Snowden" yang tayang di Netflix 2025 kembali mengangkat kisah nyata penuh kontroversi dari dunia intelijen dan keamanan digital.
Disutradarai oleh Oliver Stone, film ini menghadirkan gabungan menarik antara drama biografi, kriminal, dan teknologi siber yang mengungkap sisi kelam sistem pengawasan global Amerika Serikat.
Film ini berkisah tentang Edward Joseph Snowden, seorang pemuda jenius yang meski tidak lulus SMA.
Snowden muda memiliki semangat tinggi untuk mengabdi kepada negaranya. Bahkan ia sempat mendaftar sebagai tentara di Angkatan Darat AS, namun cedera tulang membuatnya terpaksa mundur dari pelatihan militer.
Tidak menyerah, Edward Snowden bergabung ke dunia intelijen. Ia melewati tes simulasi serangan siber dengan hasil luar biasa dan kemudian direkrut ke dalam CIA serta NSA (National Security Agency).
Keahliannya dalam bidang sistem keamanan digital membuat kariernya meroket, termasuk saat ia ditempatkan di Jenewa, Swiss.
Program Rahasia: XKeyscore
Di balik layar lembaga intelijen, Snowden menemukan program rahasia bernama XKeyscore.
Sistem ini memungkinkan seseorang untuk mengakses data pribadi siapa pun—tanpa surat perintah resmi.
Mirip seperti Google, namun dalam versi ekstrem, XKeyscore dapat mencari informasi pribadi seperti email, log internet, percakapan pribadi, hingga riwayat lokasi.
Program ini, menurut Snowden, adalah bentuk pelanggaran besar terhadap hak privasi masyarakat, dan lebih dari itu, digunakan untuk memata-matai warga sipil dan negara lain secara diam-diam.
Setelah menyaksikan pelanggaran yang berlangsung terus-menerus, Snowden akhirnya memutuskan membocorkan ribuan dokumen rahasia kepada media ternama seperti The Guardian dan The Washington Post.
Tindakan ini membuatnya dicap sebagai pengkhianat negara oleh pemerintah AS, namun dianggap sebagai pahlawan kebebasan informasi oleh sebagian masyarakat dunia.
Pada akhir film, Snowden muncul sebagai dirinya sendiri dalam sebuah wawancara.