Serta langkah dari sektor manajemen pertanian yang efisien untuk meningkatkan hasil panen kelapa sawit untuk pemenuhan target diinginkan.
Baca Juga: Apresiasi Langsung, Prabowo Sampaikan Terima Kasih atas Komitmen NU Kawal dan Dukung Pemerintahan
Sementara itu, terdapat ketidakpastian mengenai permintaan jangka pendek karena berakhirnya pembelian pada hari raya baru-baru ini.
Lembaga Fastmarkets pada Februari lalu sempat memproyeksi Harga CPO menembus level MYR4.000 per ton untuk pertama kalinya sejak akhir Januari 2024.
Namun demikian, harga CPO tidak mampu bertahan pada level tersebut menyusul tekanan yang berasal dari melemahnya minyak pesaing dan melambatnya permintaan ekspor.
Produksi CPO 2024 juga diprediksi lembaga ini lebih rendah secara musiman karena cuaca buruk dalam beberapa bulan terakhir yang mempengaruhi pekerjaan pemanenan.
Terlepas dari itu, harga CPO diperkirakan akan mencapai level tertinggi MYR4.000-4.200 per ton dalam tiga bulan pertama 2024.
Harga CPO juga secara umum diperkirakan akan membaik pada 2024, rata-rata dibandingkan dengan harga tahun sebelumnya sebesar MYR3.796 per ton (setara USD832 per ton).
Baca Juga: 1,2 Ton Pasir Timah Diamankan! Usai Polda Menangkap Pelaku Penampung Pasir Timah di Tempilang
Tentunya sebagian besar didukung oleh perkiraan produksi yang rendah hingga stagnan di tengah kuatnya pemulihan permintaan ekspor.
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi harga kelapa sawit pada 2024 di antaranya fundamental penawaran dan permintaan.
Baca Juga: Naik 23 Persen, Saham Surya Pertiwi (SPTO) Mencatat Laba Bersih Senilai Rp254 Miliar di 2023
Tak hanya itu juga faktor kebijakan pemerintah, dampak El-Nino, kebijakan campuran biodiesel Indonesia (B30).
Juga pada faktor kekuatan permintaan impor China dan kebijakan Uni Eropa seputar peraturan bebas deforestasi Uni Eropa.***
Artikel Terkait
ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5 Persen
Alami Unusual Market Activity, Kedua Saham Ini Menjadi Pantauan BEI
Naik 23 Persen, Saham Surya Pertiwi (SPTO) Mencatat Laba Bersih Senilai Rp254 Miliar di 2023
Benarkah Alami Penurunan? Berikut Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Terbarunya
Sedikit Alami Penurunan Harga Minyak Mentah, Seiring Dirilisnya Data Inflasi PCE Amerika Serikat