Ekbis, Klik Saja - Harga dari minyak mentah berjangka (futures) West Texas Intermediate (WTI) dan Brent turun pada perdagangan awal pekan.
Turunya harga dari minyak mentah tersebut di pasar WTI seiring dirilisnya data inflasi PCE Amerika Serikat (AS) terbaru.
Inflasi yang kaku semakin melemahkan sentimen penurunan suku bunga, sehingga merugikan prospek permintaan.
Baca Juga: Benarkah Alami Penurunan? Berikut Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Terbarunya
Minyak mentah berjangka WTI turun 0,77 persen menjadi sekitar USD83 per barel dan minyak Brent turun 0,78 persen di level USD88,6 per barel.
Secara mingguan, harga minyak WTI naik 1,14 persen dan minyak Brent naik 1,49 persen.
Data menunjukkan bahwa inflasi AS naik 2,7 persen pada Maret dibandingkan tahun lalu, melampaui ekspektasi sebesar 2,6 persen dan tetap jauh di atas target bank sentral The Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen.
Baca Juga: Sambil Mengenang Kebersamaan Sejak 1996, Rais Aam PBNU Doakan Pemerintahan Prabowo
Investor kini menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS pada minggu ini, yang diperkirakan akan mempertahankan biaya pinjaman pada tingkat tinggi saat ini.
Angka inflasi AS terbaru mendorong kenaikan dolar, semakin menekan harga minyak karena komoditas dalam mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
Baca Juga: Apresiasi Langsung, Prabowo Sampaikan Terima Kasih atas Komitmen NU Kawal dan Dukung Pemerintahan
Indeks dolar naik 0,2 persen menjadi 105,8 pada awal pekan karena data PCE baru-baru ini menunjukkan tekanan harga tetap tinggi.
Setelah di AS yang memperkuat pandangan bahwa suku bunga perlu tetap lebih tinggi setidaknya hingga Desember.
Baca Juga: Apresiasi Langsung, Prabowo Sampaikan Terima Kasih atas Komitmen NU Kawal dan Dukung Pemerintahan
Di tempat lain, pasar menunggu angka PMI China minggu ini sebagai petunjuk permintaan pada importir minyak mentah utama dunia tersebut.
Artikel Terkait
Bakal Incar Saham Bank Syariah Indonesia atau BSI, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) Turun Hingga 5,7 Persen
ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5 Persen
Alami Unusual Market Activity, Kedua Saham Ini Menjadi Pantauan BEI
Naik 23 Persen, Saham Surya Pertiwi (SPTO) Mencatat Laba Bersih Senilai Rp254 Miliar di 2023
Benarkah Alami Penurunan? Berikut Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Terbarunya