edukasi

Menelusuri Sejarah Bajak Laut Biak Numfor di Masa Lalu, Viking Van Papua yang Ditakuti VOC

Rabu, 17 Juni 2026 | 22:07 WIB
Ilustrasi Bajak Laut asal Papua pada zaman VOC (gemini)

Alih-alih menyerah, Nuku memilih mengangkat senjata. Ia membangun aliansi besar yang menyatukan berbagai kelompok etnis dan kekuatan maritim di kawasan timur Nusantara.

Di antara sekutu terpentingnya adalah para pelaut dari Raja Ampat dan pesisir Papua yang selama ini dicap sebagai “bajak laut”.

Nuku memahami bahwa kekuatan laut merupakan kunci kemenangan. Karena itu, ia menjadikan para pelaut Papua sebagai tulang punggung armada perangnya.

Dengan kemampuan navigasi dan pengalaman tempur yang mereka miliki, armada Nuku mampu memberikan pukulan berat kepada VOC.

Perlawanan tersebut sempat menghasilkan kemenangan besar. Pada 1797, pasukan Nuku berhasil merebut kembali Tidore dan mengusir Belanda dari wilayah tersebut. Keberhasilan ini terjadi beberapa dekade sebelum meletusnya Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro.

Meski pada akhirnya kekuatan kolonial kembali mendominasi kawasan timur Nusantara, perlawanan Nuku dan para sekutunya telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan.

Baca Juga: Mengenal Pikon, Alat Musik Santai Penghilang Penat Suku Dani Papua

Warisan para pelaut Papua tidak berhenti pada kisah peperangan. Mereka juga berperan dalam membangun jaringan perdagangan, menyebarkan pengaruh budaya, serta memperkuat kerajaan-kerajaan maritim seperti Kerajaan Waigeo yang pernah menjadi pusat kekuasaan penting di Raja Ampat.

Mereka turut menghubungkan Papua dengan pusat-pusat politik dan perdagangan di Maluku, menjadikan kawasan timur Nusantara sebagai ruang interaksi yang dinamis jauh sebelum hadirnya kekuasaan kolonial Eropa.

Belanda mungkin menyebut mereka “bajak laut” atau perompak, istilah yang dalam pemahaman modern identik dengan kriminalitas.

Namun sejarah sering kali ditulis dari sudut pandang para pemenang. Bagi masyarakat yang hidup di wilayah-wilayah tersebut, mereka bisa saja dipandang sebagai pelaut pemberani, panglima laut, atau bahkan patriot yang mempertahankan tanah air dan jalur perdagangan mereka dari dominasi asing.

Pada akhirnya, kisah para pelaut Papua mengingatkan bahwa sejarah Nusantara tidak hanya dibangun oleh kerajaan-kerajaan besar di daratan.

Di hamparan laut timur yang luas, pernah berlayar armada-armada tangguh yang membuat VOC gentar dan menorehkan jejak sebagai salah satu kekuatan maritim paling disegani di zamannya.***

Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan para pembaca kliksaja.id dapat mengapreasiasi kami dengan meng-klik fitur Traktir Kopi yang ada di bawah artikel ini.

Kontribusi anda sangat berarti bagi portal web kami agar berkembang menjadi media jurnalistik independen serta menjaga pemberitaan yang akurat, kredibel dan berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini