Mengenal Pikon, Alat Musik Santai Penghilang Penat Suku Dani Papua

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 27 April 2025 | 14:25 WIB
Seorang tetua Suku Dani sedang memainkan Pikon (Indonesia Kaya)
Seorang tetua Suku Dani sedang memainkan Pikon (Indonesia Kaya)

KLIK SAJA - Di tengah megahnya alam Papua yang eksotis, terdapat sebuah alat musik tradisional sederhana namun penuh makna: pikon.

Alat musik ini adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Suku Dani, salah satu suku terbesar di Lembah Baliem, Papua.

Nama pikon berasal dari kata pikonane, yang dalam bahasa Baliem berarti "alat musik bunyi".

Seperti namanya, pikon diciptakan untuk menghasilkan bunyi, bukan untuk melantunkan melodi indah.

Pikon biasanya dimainkan oleh kaum pria, terutama saat beristirahat setelah seharian bekerja keras atau saat bersantai di honai, rumah tradisional Suku Dani.

Baca Juga: Mengenal Ketipung, Tetabuhan Rancak Khas Melayu yang Buat Pinggang Bergoyang

Secara bentuk, pikon tampak sederhana: bulat lonjong, biasanya sepanjang sekitar 5,2 cm.

Sementara bahan utamanya adalah perumpung (sejenis bambu kecil) atau hite (kulit kayu dari anak panah).

Pada bagian tengahnya dilekatkan lidi halus sebagai penggetar, yang dihubungkan dengan seutas tali kecil.

Cara memainkannya pun cukup unik: lidah/lidi di tengah pikon digetarkan dengan menarik tali, sambil alat tersebut ditempelkan ke mulut.

Mulut berfungsi sebagai ruang resonansi, dan dengan mengubah besar kecil bukaan mulut atau gerakan lidah, pemain dapat menghasilkan variasi bunyi yang beragam.

Uniknya, suara pikon tidak seperti alat musik biasa. Bunyi yang dihasilkan lebih menyerupai kicauan burung atau suara-suara alam lain yang terkesan sumbang dan tidak bernada.

Namun justru di sanalah letak keindahan pikon: bukan tentang kemerduan, melainkan tentang suasana santai dan pelampiasan rasa lelah.

Meski demikian, seiring waktu, beberapa pemain mahir mampu menghasilkan nada-nada sederhana seperti do, mi, dan sol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X