edukasi

Sejarah PELNI dari Masa Ke Masa, Setia Menyatukan Pulau-Pulau di Nusantara

Rabu, 20 Mei 2026 | 17:20 WIB
KM Leuser, salah satu armada milik Pelni (Labuan Bajo Today)

 

KLIK SAJA – Mari kita mengenal sejarah PELNI yang merupakan maskapai kapal penumpang terbesar di Indonesia.

Laut atau Maritim selalu menjadi penghubung utama Indonesia. Di negara kepulauan dengan ribuan pulau seperti Indonesia, kapal bukan sekadar alat transportasi, melainkan denyut kehidupan yang menyatukan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Di balik perjalanan panjang konektivitas maritim Indonesia, ada satu nama yang begitu lekat di hati masyarakat: PT PELNI (Persero).

Perjalanan PELNI bukanlah cerita singkat. Ia lahir dari sejarah panjang pelayaran nasional, pergulatan politik, hingga semangat bangsa untuk berdiri mandiri di lautan sendiri.

Era Hindia Belanda

Awal mula kisah ini dimulai pada 4 September 1888 ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan Koninklijke Paketvaart Maatschappij atau NV K.P.M.

Secara resmi, perusahaan ini bergerak di bidang pelayaran dan perdagangan. Namun sesungguhnya, K.P.M. dibentuk sebagai alat transportasi terpusat pemerintah kolonial untuk mengendalikan wilayah Hindia Belanda yang luas dan tersebar.

Seiring waktu, dominasi K.P.M. semakin kuat. Bahkan pada 1 Januari 1931, lahirlah Groot Archipel Contract, sebuah perjanjian antara pemerintah Hindia Belanda dengan K.P.M. yang mempertegas posisi perusahaan tersebut dalam sistem transportasi laut di Nusantara.

Maskapai ini terkenal di Nusantara pada masa itu, karena pihak satu-satunya yang melayani perjalanan Haji.

Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, semangat untuk menguasai transportasi laut nasional mulai tumbuh. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa laut harus dikelola oleh bangsa sendiri.

Langkah awal dimulai pada 5 September 1950 melalui pendirian Yayasan Penguasaan Kapal-Kapal (PEPUSKA).

Lembaga ini dibentuk untuk mengambil alih pengelolaan kapal-kapal yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Belanda.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 April 1952, lahirlah PT PELNI (Persero) di Jakarta berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan Ir. R. Djuanda.

Halaman:

Tags

Terkini