Sebagai ilmuwan, ia memperkenalkan Teori Hukum Pembangunan, pengembangan dari konsep “Hukum sebagai sarana rekayasa sosial” yang disesuaikan dengan konteks Indonesia.
Pemikiran ini kemudian dikenal sebagai Mazhab Unpad, dan hingga kini menjadi salah satu fondasi penting dalam studi hukum nasional.
Profesionalisme dan Minat pada Seni
Selain berkiprah di dunia pendidikan dan pemerintahan, Mochtar juga dikenal sebagai profesional sukses.
Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan Biro Hukum Mochtar, Karuwin & Komar (MKK), yang berperan membantu investor asing dalam menanamkan modal di Indonesia.
Menariknya, di balik sosok akademisi dan diplomat, Mochtar juga memiliki kecintaan yang besar pada seni, budaya, dan kuliner nusantara. Ia bahkan mewujudkan diplomasi budaya melalui sejumlah inisiatif, antara lain:
- Mendirikan Restoran Indonesia Nusantara di New York (1986),
- Membentuk Nusantara Chamber Orchestra lewat Yayasan Nusantara Jaya (1988),
- Menginisiasi Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS) pada tahun 1990–1991.
Di luar semua prestasinya, Mochtar Kusumaatmadja dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan gemar bermain catur.
Ia adalah pendidik, negarawan, dan pemikir hukum yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi pembangunan hukum dan diplomasi Indonesia.
Melalui Wawasan Nusantara, ia tidak hanya memerdekakan laut Indonesia, tetapi juga menyatukan seluruh wilayah menjadi satu kesatuan utuh: Indonesia yang berdaulat dan berwibawa di mata dunia.
Rekam jejak dan pemikirannya menjadi teladan abadi bagi generasi penerus bangsa, bahwa pengetahuan, dedikasi, dan cinta tanah air dapat mengubah arah sejarah.***