KLIK SAJA – Bangsa Magyar atau Hungaria dikenal tangguh semenjak jaman dulu, mulai dari era serangan Mongol hingga perang dengan Utsmaniyah.
Untuk melatih ketangkasan bangsa Hongaria, mereka melatih fisik dengan bela diri senjata yang dikenal dengan Baranta.
Kata Baranta terutama masih digunakan di wilayah barat dan selatan Hongaria, di mana penduduknya sejak dahulu memang mayoritas bangsa Hongaria, seperti di Somogy, Ormánság, Göcsej, dan Őrség.
Secara makna, Baranta merujuk pada pertarungan dengan senjata, tantangan, latihan untuk perkelahian atau pertempuran, penerapan kekerasan secara sah, atau penggunaan kekuatan.
Pada sebagian masyarakat Kaukasus, kata ini digunakan untuk menyebut tempat latihan bersenjata.
Sementara itu, menurut sumber tertulis tertua, Baranta berarti “para pejuang Matahari” atau “orang-orang yang bersekutu dengan Matahari.”
Di Turkestan Timur (tanah bangsa Uighur), komunitas Baranta pernah berfungsi sebagai kelompok seni bela diri hingga akhirnya dibubarkan oleh otoritas Tiongkok.
Baca Juga: Mengenal Pisuwe, Keris Khas Suku Asmat yang Terbuat dari Tulang Manusia
Menurut tradisi yang masih hidup di sekitar Somogyvár, para pelatih Baranta dahulu adalah pengikut yang disumpah dan mendapat pelatihan khusus untuk membantu hakim konfederasi suku kuno (Horka) dalam menjaga hukum adat.
Para prajurit ini, selain ahli dalam bertarung dan menggunakan senjata, juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral pada tingkat tertinggi.
Kekuatan Baranta terletak pada keterpaduannya dengan budaya organik Hongaria, yang memberikan warisan langsung baik dalam struktur sosial maupun unsur intelektualnya.
Pengetahuan mengenai latihan dan metode pembentukan kepribadian dalam komunitas pejuang ini, yang memiliki keterampilan bertarung tinggi, setidaknya sudah terdokumentasi selama 1.300 tahun.
Dalam konteks Hongaria, kelompok masyarakat dituntut mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus: pertahanan diri, bercocok tanam, dan kegiatan sakral.
Mempersiapkan anggota komunitas menjadi salah satu tugas utama dalam masyarakat.