Mengenal Baranta, Seni Bela Diri Khas Bangsa Hongaria yang Terlupakan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 22 September 2025 | 13:56 WIB
pemuda Hongaria sedang praktikkan Baranta (Make Heritage Fun)
pemuda Hongaria sedang praktikkan Baranta (Make Heritage Fun)

Namun, selama sekitar 500 tahun, keterampilan Baranta dibatasi oleh berbagai hukum, aturan, dan regulasi lokal.

Sebagian besar gerakan akhirnya diwariskan dalam bentuk tari-tarian pertempuran atau tari senjata (seperti dengan tongkat kayu).

Kajian etnografi menemukan bahwa gerakan tersebut sebenarnya merupakan bentuk “latihan sekolah” menuju keterampilan bertarung yang sesungguhnya.

Gerakannya lebih mengikuti aturan pertarungan dibandingkan irama musik.

Karena tarian perkelahian, simulasi kuno, permainan, dan persiapan latihan senjata berkembang terus-menerus, maka dasar-dasar gerakan Baranta sesungguhnya berasal dari zaman yang sangat kuno.

Baranta bukan sekadar kumpulan gerakan seorang guru atau metode pembentukan pribadi, melainkan manifestasi dari pengaruh budaya sebuah bangsa yang terintegrasi dalam seni bertarung.

Pada pertengahan abad ke-19, dunia mengalami “revolusi budaya tubuh.” Dari proses ini lahirlah olahraga modern, olahraga bela diri, dan sistem gerakan pertempuran baru.

Muncul tiga aliran utama: gerakan senam etatis Jerman, olahraga “gentlemen” Anglo-Saxon yang berakar pada tradisi Yunani kuno, serta upaya mengangkat permainan rakyat, tarian, dan kompetisi perkelahian menjadi bentuk olahraga.

Di beberapa negara Asia, sebagian seni bela diri berhasil diangkat menjadi olahraga modern sebagai “gerakan rakyat,” tetapi di Eropa hal itu tidak terjadi.

Di Hongaria, permainan, tarian, dan kompetisi rakyat dalam budaya tubuh tradisional sempat dibangkitkan kembali pada masa reformasi, kemudian dipelihara dan bahkan dimistifikasi pada masa penindasan otokrasi.

Tokoh penting seperti Count Miksa Esterházy—pendiri Hungarian Athletics Club (MAC) sekaligus atase budaya di London—bersama lingkaran sahabatnya dan elite kota-kota pemberontak, berupaya menciptakan budaya tubuh independen yang berakar pada tradisi dan literasi Hongaria.

Dalam upaya melestarikan permainan rakyat serta bentuk-bentuk pertarungan, berbagai acara mulai dari pesta daerah, kasino nasional, hingga festival pedesaan dijadikan ajang untuk menunjukkan patriotisme.

Namun, permainan ala Baranta yang melibatkan pertarungan tongkat, pisau kecil, pedang, hingga gulat, segera menghadapi tantangan dari gerakan yang digerakkan dari atas.

Di kota-kota besar, meski tersedia sumber daya manusia dan dana, permainan tersebut tampak tidak sesuai dengan konteks.

Sementara di desa-desa, pesan tidak sampai, atau tidak ada orang yang mampu mengajarkan pengetahuan mendalam mengenai gerakan yang telah dikumpulkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X