Akibatnya, gerakan yang sempat berkembang di Békéscsaba, Tata, Nagykanizsa, Hódmezővásárhely, Kolozsvár, pinggiran Budapest, daerah pedesaan Sárospatak, Kisalföld, hingga Székelyföld, hanya bertahan sebentar.
Antara tahun 1848 hingga 1941, sebagian elemen Baranta bahkan masuk ke buku pedoman militer.
Pada periode 1928–1941, pejabat militer Hongaria meneliti gerakan pejuang Hongaria ini dan menggunakannya dalam pelatihan pasukan operasi khusus dan pelatihan militer yang baru dibentuk.
Seperti yang dikatakan Kodály pada 1939: “Budaya Hongaria adalah pertarungan yang tak henti antara tradisi dan budaya Barat. Perdamaian hanya dapat tercapai bila tradisi menjadi budaya dominan, dengan hanya mengambil dan melebur pengetahuan Eropa yang diperlukan untuk itu.”
Dengan demikian, Baranta pada hakikatnya merupakan hasil perjuangan untuk membangun budaya bela diri khas Hongaria yang mandiri.***