Saat ini, jumlah Muslim yang aktif menjalankan ibadah diperkirakan berada di kisaran 500.000 hingga 600.000 orang. Islam tetap menjadi agama terbesar kedua di Ukraina setelah Kristen (Ortodoks, Katolik, dan Protestan), meskipun perang sekali lagi mengubah peta demografi negara tersebut.
Sebelum invasi, sekitar 50 persen umat Islam tinggal di Krimea, 30 persen di Kyiv dan wilayah timur Ukraina (Kharkiv, Donetsk, dan Luhansk), serta 20 persen di wilayah lainnya.
Namun, dalam tiga tahun terakhir terjadi pergeseran besar dari wilayah pendudukan dan garis depan menuju kawasan barat Ukraina, khususnya di sekitar Lviv.
Donetsk dan Luhansk sebelumnya memiliki tiga pusat keagamaan Syiah, yang semuanya telah ditutup dan ditinggalkan sejak perang dimulai. Bahkan di Krimea, situs-situs utama Islam Sunni kini telah hilang.
Sejak pecahnya perang, Masjid Al Rahma menyesuaikan diri dengan kebutuhan baru, tidak hanya bagi komunitas Muslim di Kyiv, tetapi juga bagi para pengungsi dari ibu kota dan daerah lain seperti Kherson.
Saat ini, masjid tersebut telah kembali menyelenggarakan kelas anak-anak dan kegiatan rutin, namun tetap berfungsi sebagai pusat koordinasi distribusi bantuan kemanusiaan.
Sayangnya, perang masih terus berlangsung—dan tidak hanya di garis depan. Bahkan di ibukota Kyiv, serangan drone masih kerap terjadi.
Semoga syiar dakwah Islam masih terkembang dengan damai di Ukraina, walau masih dilanda peperangan.***