Selama beberapa dekade berikutnya, orang-orang Tatar menjadi sasaran propaganda kebencian yang intens.
Hak-hak mereka untuk menggunakan bahasa sendiri, memperoleh perwakilan politik, dan mengakses pendidikan baru diakui setelah runtuhnya Uni Soviet.
Masjid terbesar di Ukraina adalah Masjid Al Rahma di kota Kyiv.
Peletakan batu pertama Masjid Al Rahma—yang berarti “rahmat”—dilakukan pada tahun 1994.
Pembangunannya berlangsung secara bertahap berkat sumbangan komunitas Muslim, dan baru selesai serta diresmikan secara resmi pada tahun 2011.
Saat ini, masjid tersebut mampu menampung hingga 3.000 jamaah. Kongregasi Muslim di Ukraina didirikan pada tahun 1991 dengan tokoh sentral Imam Sheikh Ahmed Tamim, yang berasal dari Lebanon, telah tinggal di Ukraina selama 43 tahun, dan kini sepenuhnya berstatus sebagai warga negara Ukraina.
Pada dekade 1990-an, segera setelah kemerdekaan, Ukraina mengalami arus imigrasi dari warga—termasuk Muslim—yang berasal dari negara-negara bekas Uni Soviet, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
Mereka awalnya datang untuk bekerja, lalu diikuti oleh proses penyatuan kembali keluarga. Oleh karena itu, sejarah Ukraina modern memiliki unsur multietnis yang kuat, yang turut membentuk kelahiran negara ini serta perkembangan sosial dan ekonominya.
Tahun 2014 dan konflik di wilayah timur
Pada tahun 2014, aneksasi Krimea oleh Rusia dan intervensi militer Moskow di wilayah timur Ukraina bersama kelompok separatis menyebabkan sedikitnya 1,5 juta orang mengungsi di dalam negeri.
Jumlah ini tidak bersifat tetap, karena sebagian penduduk kemudian kembali ke tempat tinggal mereka.
Namun, mereka yang meninggalkan wilayah tersebut secara permanen adalah orang-orang Tatar Krimea—sekitar 50.000 jiwa—yang pindah ke wilayah lain di Ukraina atau ke luar negeri.
Tahun 2022 dan invasi skala besar
Menurut Report on International Religious Freedom tahun 2023, jumlah warga Muslim di Ukraina meningkat dari sekitar 450.000 orang pada awal 2000-an menjadi hampir satu juta orang pada awal tahun 2022, yaitu tahun dimulainya invasi Rusia.
Sejak saat itu, jumlah tersebut kembali menurun seiring gelombang migrasi akibat perang, yang telah memaksa sekitar tujuh juta orang meninggalkan Ukraina.