Ini Dia Kakapo, Burung Kakatua yang Tak Bisa Terbang dan Diambang Kepunahan Asal Selandia Baru

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:20 WIB
Perbandingan ukuran Kakapo yang sangat besar dengan manusia (pbs.org)
Perbandingan ukuran Kakapo yang sangat besar dengan manusia (pbs.org)

Kedua jenis kelamin juga dapat mengeluarkan suara nyaring tinggi yang disebut “skraaking”.

Burung ini sekilas bisa disalahartikan sebagai kākā atau kea, dua jenis beo lain dari Selandia Baru.

Namun, ukuran tubuhnya yang jauh lebih besar, warna hijau lumut khas, sifatnya yang tidak bisa terbang, dan perilaku nokturnalnya membuatnya mudah dibedakan.

 Selain itu, karena kini kākāpō hanya hidup di beberapa lokasi konservasi, kemungkinan salah identifikasi sangat kecil.

Sebaran dan Habitat

Dahulu, kākāpō hidup di seluruh wilayah Selandia Baru. Namun, sejak kedatangan suku Māori, populasinya mulai menyusut karena perburuan dan predator.

Burung ini punah di Pulau Utara sekitar tahun 1930, meski sempat bertahan lebih lama di bagian selatan yang lebih lembap. Kākāpō terakhir di Fiordland punah pada akhir 1980-an.

Pada dekade 1980–1990-an, seluruh populasi yang tersisa dipindahkan ke pulau-pulau bebas predator seperti Whenua Hou (Pulau Codfish), Pulau Maud, dan Hauturu (Pulau Little Barrier).

Kini, kākāpō hanya hidup di beberapa pulau berhutan yang aman dari predator, meski dulunya mereka dapat ditemukan di berbagai jenis habitat di daratan utama.

Burung Kakapo di alam liar
Burung Kakapo di alam liar (stuff)

Hingga Juni 2020, tercatat 210 ekor kākāpō yang masih hidup. Setiap individu dilengkapi dengan pemancar radio dan diawasi secara intensif oleh tim konservasi.

Kākāpō dewasa sangat rentan terhadap serangan kucing dan cerpelai (stoat), sementara telur dan anaknya menjadi santapan empuk tikus.

Hanya induk betina yang mengerami telur dan merawat anak, sehingga saat ia pergi mencari makan, telur dan anak dalam sarang menjadi sangat rawan dimangsa.

Masa pengasuhan anak juga lama, menyebabkan sarang mengeluarkan bau yang mudah dideteksi predator.

Ketika berada di luar sarang, kākāpō biasanya membeku diam dan mengandalkan warna bulunya untuk berkamuflase.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X