Mengenal Dutar, Alat Musik Berdawai Dua Khas Uzbekistan yang Lekat Dakwah Islam

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 00:50 WIB
Seorang Wanita Uzbek sedang memainkan Dutar (Central Asia Guide)
Seorang Wanita Uzbek sedang memainkan Dutar (Central Asia Guide)

Struktur alat ini bervariasi di tiap wilayah, namun umumnya memiliki karakter bunyi khas kuartal.

Gaya permainan dutar Uzbekistan sedikit berbeda dari dombra, alat musik serupa dari Kazakhstan.

Pemain dutar menggunakan teknik petikan cepat—dikenal dengan dash technique—dengan tiga jari yang bergantian atau bersamaan, menghasilkan suara yang bergetar dan merdu.

Setelan senarnya juga berbeda-beda tergantung tradisi dan jenis lagu yang dimainkan.

Repertoar dutar sangat luas, mencakup lagu-lagu sederhana untuk keseharian hingga komposisi besar seperti makom dan dastan.

Alat ini digunakan sebagai instrumen solo, pengiring vokal, maupun bagian dari ansambel. Di rumah-rumah, terutama di kalangan perempuan, dutar kerap dimainkan untuk mengiringi nyanyian rakyat.

Dari jenis dutar rakyat inilah, pada tahun 1930-an, muncul keluarga dutar orkestra—mulai dari dutar prima hingga dutar bas dan kontrabas.

Kini, dutar Uzbekistan tetap hidup dan terus mempesona dengan suaranya yang jernih dan hangat.

Di tengah arus modernitas abad ke-21, dutar tetap mempertahankan keasliannya sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.

Sekilas, seseorang yang tak mengenalnya mungkin mengira dutar hanyalah alat sederhana—tanpa ornamen, tanpa kemewahan. Namun kesederhanaannya justru menyimpan keanggunan.

Baca Juga: Mengenal Geomungo, Alat Musik Dawai Khas Korea yang Tentramkan Jiwa

Garis-garis dutar yang tegas dan seimbang menunjukkan tingkat seni yang tinggi. Dan betapa luar biasanya kemampuan seorang musisi yang mampu menyalurkan isi jiwanya hanya melalui dua dawai.

Saat mendengarkan permainan dutar, Anda seakan merasakan panas matahari Uzbekistan, mendengar gemericik sungai pegunungan, dan tangisan burung yang melintas di atas gurun luas. Dutar adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Uzbek.

Tak ada perayaan—baik pernikahan desa maupun hari besar kenegaraan—yang berlangsung tanpa iringan alunannya.

Di tangan para pemusik rakyat, dutar dapat tertawa dan menangis, menggambarkan seluruh spektrum perasaan manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X