Mengenal Dutar, Alat Musik Berdawai Dua Khas Uzbekistan yang Lekat Dakwah Islam

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 00:50 WIB
Seorang Wanita Uzbek sedang memainkan Dutar (Central Asia Guide)
Seorang Wanita Uzbek sedang memainkan Dutar (Central Asia Guide)

KLIK SAJA – Jika anda menyukai kesenian musik Gambus, mata dan telinga kita akan tertuju pada instrumen yang mirip gitar banjo, namun suara yang dihasilkan sangat khas budaya Arab-Persia melankolis.

Alat musik itu dinamakan Dutar, instrumen suara khas Asia Tengah yang sangat populer, khususnya di Uzbekistan.

Akar sejarah alat musik Asia Tengah menembus jauh ke masa lampau.

Gambar-gambar instrumen yang terpahat di relief batu, benda-benda seni kecil, dan lukisan dinding menunjukkan bahwa Sogdiana dan Baktria pernah menjadi pusat kebudayaan musik kuno di kawasan itu.

Miniatur abad pertengahan perkembangan Islam dan puisi klasik Timur juga memberikan banyak informasi tentang berbagai jenis alat musik yang kala itu digunakan—banyak di antaranya masih bertahan hingga kini di Asia Tengah, termasuk di Uzbekistan.

Saat berkeliling di Uzbekistan, Anda akan memiliki kesempatan langka untuk mendengarkan dan menikmati alunan indah Dutar, alat musik berdawai dua yang menjadi simbol jiwa rakyat Uzbek.

Hingga kini, keberadaan alat musik Dutar masih identickdengan lagu-lagu dakwah Islami.

Sejarah Alat Musik Dutar

Dutar—atau dutor—adalah alat musik berdawai dua yang berasal dari Persia kuno, termasuk dalam keluarga tanbur.

Penampakan alat musik Dutar
Penampakan alat musik Dutar (collection api)

Instrumen ini tersebar luas di kalangan suku Uyghur di Tiongkok, serta di Turkmenistan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, Iran, dan Uzbekistan.

Bukti tertua tentang keberadaannya muncul pada abad ke-15, antara lain melalui patung kecil berjudul Itinerant Musicians Bakhshi dan manuskrip Toprak-Kala yang ditemukan para arkeolog di reruntuhan kota kuno Merv (Mary) di Persia.

Dalam manuskrip itu tergambar sosok perempuan sedang memainkan dutar.

Bisa dikatakan budaya tanbur dan alat musik tersebar ke berbagai tempat, juga bagian dari dakwah Islam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X