KLIK SAJA – Pernahkah kita bertanya kenapa lambang cinta selalu identik berbentuk dua lengkungan berwarna merah seperti simbol hati atau jantung?
Lambang hati sudah lama menjadi simbol universal untuk cinta, kasih sayang, dan kehangatan.
Kita kerap menjumpainya dalam bentuk emoji sehari-hari, hiasan pada perayaan Valentine, hingga berbagai karya seni.
Namun, pernahkah terlintas di pikiran Anda: dari mana sebenarnya simbol hati ini berasal?
Dari Jantung hingga Silphium
Secara sederhana, simbol hati dianggap sebagai penggambaran jantung manusia.
Dalam peradaban Barat, jantung dipandang sebagai organ yang sangat penting.
Aristoteles, filsuf Yunani klasik, bahkan menyebut jantung sebagai pusat pemikiran dan emosi, mengungguli otak. Dalam ajaran Stoikisme, jantung dipercaya sebagai tempat bersemayamnya jiwa.
Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya pasti. Simbol hati yang kita kenal sekarang hanya menyerupai jantung secara samar.
Ada pendapat lain yang menarik: bentuk hati mungkin berasal dari biji tanaman silphium, sejenis adas raksasa yang kini telah punah.
Tanaman ini dahulu tumbuh di pesisir Afrika Utara dan digunakan oleh bangsa Yunani serta Romawi kuno sebagai alat kontrasepsi.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Orang Indo Dalam Sejarah Nusantara
Menariknya, bentuk biji silphium sangat mirip dengan simbol hati modern. Karena dikaitkan dengan cinta dan hubungan, silphium kemudian dianggap berhubungan erat dengan simbol hati.
Hati dalam Seni dan Sastra Barat