Mengenal Jemparingan, Olahraga Panahan Tradisional Khas Mataram Sambil Duduk Bersila

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 7 September 2025 | 20:48 WIB
turnamen Jemparingan di Yogyakarta (Pemprov DI Yogyakarta)
turnamen Jemparingan di Yogyakarta (Pemprov DI Yogyakarta)

Tiupan angin dan ayunan tali membuat sasaran bergerak, sehingga olahraga ini menuntut konsentrasi yang tinggi.

Gaya memanah yang khas ini memiliki kaitan erat dengan filosofi Mataram yang berbunyi pamenthanging gandewa pamenthanging cipta, yang berarti membentangkan busur seiring dengan keteguhan cipta.

Filosofi tersebut mengajarkan bahwa manusia harus berkonsentrasi, berjuang dengan sepenuh hati, dan tidak menyimpang agar cita-citanya dapat tercapai.

Meski kerap diliput media, Jemparingan masih belum banyak dikenal oleh masyarakat luar Jawa. Di tengah era dominasi generasi milenial dan Gen Z, kekhawatiran mulai muncul bahwa minat anak muda terhadap olahraga tradisional ini akan semakin memudar.

Maka untuk menarik perhatian generasi baru, Jemparingan mulai beradaptasi dengan gaya memanah modern, yakni memposisikan busur lebih dekat ke dada dan membidik dengan mata.

Walau begitu, gaya khas Mataram tetap dipertahankan oleh komunitas-komunitas tertentu sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi.

Kini, Jemparingan dapat dengan mudah dijumpai di berbagai sudut Yogyakarta dan Surakarta.

Biayanya yang relatif terjangkau membuat olahraga warisan leluhur ini tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi simbol keseimbangan antara tradisi, filosofi hidup, dan tantangan zaman modern.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X