Kurikulumnya mencakup studi Al-Quran, hadis, fiqih, dan tasawuf, memberikan pendidikan agama yang komprehensif.
Ajaran Jaelani menekankan pentingnya pemurnian batin, cinta ilahi, dan kehidupan yang etis.
Pendekatannya yang lembut dan penuh kasih sayang berhasil mengubah ribuan orang menjadi Muslim.
Selain itu, pengaruhnya juga meluas ke para pemimpin politik dan militer pada masanya.
Tokoh-tokoh seperti Nur ad-Din Zangi dan Salahuddin Ayyubi dikenal menghormati dan mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Jaelani, yang berkontribusi pada reformasi dan keberhasilan mereka.
Wafat dan Warisan Abadi
Abdul Qadir Jaelani wafat pada tahun 1166 Masehi. Meskipun telah meninggal, ajarannya terus hidup melalui tarekat Qadiriyya, salah satu tarekat sufi terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Tarekat ini menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa bahkan hingga Nusantara, membawa pesan cinta, kedamaian, dan pengabdian kepada Allah.
Abdul Qadir Jaelani tidak hanya diingat sebagai seorang sufi besar, tetapi juga sebagai seorang pembaharu spiritual yang berhasil menyatukan mistisisme Sufi dengan hukum Islam.
Warisannya terus menginspirasi umat Islam di seluruh dunia hingga hari ini, Namanya bahkan sering disebut-sebut oleh banyak ulama sufi Nusantara.***