Kenali Sesar Semangko, Pemicu Gempa Megathrust di Sumatra

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 27 Desember 2024 | 09:30 WIB
Ngarai Sianok di Sumbar, Jalur Sesar Semangko yang paling tampak ekstrem (insiden24)
Ngarai Sianok di Sumbar, Jalur Sesar Semangko yang paling tampak ekstrem (insiden24)

KLIK SAJA - Sesar atau Patahan Semangko merupakan bentukan geologi yang membentang di Pulau Sumatra dari utara ke selatan, mulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung.

Patahan ini membentuk Pegunungan Barisan sebagai suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat Sumatra.

Usia Sesar Semangko relatif muda dan paling tampak terlihat di daerah Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi dan menjadi patahan paling aktif secara seismik dan paling panjang, mencapai 1.900 kilometer.

Sesar ini tentunya selalu membuat masyarakat terutama di pesisir selatan Pulau Andalas dalam kondisi waspada dengan kerawanan gempa bumi yang sangat tinggi.

Pulau Sumatra termasuk area seismik yang tinggi di dunia.

Selain adanya zona subduksi dan asosiasi busur sunda di bagian pantai barat pulau tersebut, Sumatra juga mempunyai sesar strike-slip yang besar atau yang disebut Sesar Sumatra Besar (Great Sumatran Fault) dan menggerakkan sepanjang pulau.

Peta penjelasan pergerakan geologi Sesar Semangko
Peta penjelasan pergerakan geologi Sesar Semangko (dongeng geologi)

Zona sesar ini mengakomodir sebagian besar gerakan strike-slip yang berasosiasi dengan convergent oblique antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Sesar tersebut berakhir di utara tepat di bawah kota Banda Aceh, yang pernah porak-poranda pada gempa bumi Samudra Hindia pada 2004 lalu yang disertai tsunami.

Semenjak gempa tersebut, tekanan pada Sesar Sumatra semakin meningkat secara signifikan, utamanya di wilayah utara.

Patahan Semangko ada di antara Zona Semangko patahan Lampung di mana bagian selatan blok Semangko terbagi menjadi Pegunungan Semangko, Depresi Ulehbeluh dan Walima, Horst Ratai dan Depresi Teluk Belitung.

Patahan Semangko terbentuk sejak jutaan tahun lampau tatkala Lempeng Samudra Hindia-Australia menabrak secara menyerong bagian barat Sumatra yang menjadi bagian dari Lempeng Benua Eurasia.

Hal ini memicu timbulnya dua komponen gaya di mana komponen pertama bersifat tegak lurus menyeret ujung Lempeng Hindia masuk ke bawah Lempeng Sumatra.

Batas kedua lempeng ini sampai kedalaman 40 km umumnya bersifat regas dan di beberapa tempat terekat erat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X