wisata

Mengenal Negeri Amahai di Maluku Tengah, Kawasan Leluhur Masyarakat Pulau Seram

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:43 WIB
Penampakan Kota Amahai dari udara (son of alifuru)

KLIK SAJA - Amahai adalah sebuah negeri di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Berada di pesisir selatan Pulau Seram, Amahai dikenal sebagai salah satu kawasan yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Jika anda berkunjung ke Pulau Seram, jazirah terluas di kepulauan Maluku, maka wajib untuk mendatangi Amahai, sebuah daerah yang kaya akan sejarah etnis Indonesia timur.

Secara etimologis, nama Amahai berasal dari dua kata, yaitu Ama yang berarti bapak dan Mahai yang berarti hidup.

Nama ini mencerminkan ungkapan syukur para leluhur atas kehidupan yang terus berlanjut.

Dalam tradisi lisan juga dikenal istilah Amahei, yang berasal dari kalimat Ama Hei Nama Namakala, bermakna "Bapak sejak dahulu kala", sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Sejarah Amahai berakar pada diaspora masyarakat dari Nunusaku, yang diyakini sebagai asal-usul masyarakat Pulau Seram.

Kelompok dari persekutuan adat Patasiwa yang dipimpin Upu Ama bermigrasi ke arah timur melalui Sungai Haulalei, kemudian menetap di Pegunungan Lumute sebelum akhirnya menyebar ke wilayah pesisir selatan Seram.

Dari perjalanan inilah lahir kawasan Amahai yang wilayah kekuasaannya dahulu membentang dari Wae Uwe hingga Hatumete.

Baca Juga: Tradisi Berburu Ikan Paus Lamalera di Nusa Tenggara Timur: Simbol Keberanian, Kebersamaan dan Penghormatan Alam

Amahai juga memiliki hubungan erat dengan sejarah Kerajaan Iha. Setelah kerajaan tersebut ditaklukkan Belanda dalam Perang Hongi pada 1652, sebagian penduduk mengungsi ke Pulau Seram.

Salah satu tokohnya, Kapitan Latukaisupi Urubaru, menetap di kawasan Wai Rano dan dikenal sebagai sosok yang taat beribadah. Hingga kini, makamnya yang dikenal sebagai Kubur Sopacua masih menjadi bagian dari warisan sejarah masyarakat Amahai.

Selain sejarahnya, Amahai juga memiliki kekayaan budaya berupa Bahasa Kouro, bahasa daerah yang masih digunakan oleh masyarakat Amahai, Rutah, Makariki, dan Soahuku sebagai identitas budaya yang terus dilestarikan.

Letaknya yang strategis menjadikan Amahai sebagai pintu gerbang menuju Kota Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini