wisata

Kisah Candi Sambisari Sleman Terkubur Ratusan Tahun oleh Abu Vulkanik Merapi

Senin, 4 Mei 2026 | 10:23 WIB
Candi Sambisari (Suwatu)

KLIK SAJA - Candi Sambisari adalah salah satu candi Hindu yang menyimpan kisah unik di balik keberadaannya.

Lokasinya terletak di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi ini ditemukan secara tak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani yang tengah menggarap lahan.

Candi Sambisari memang sempat “hilang” selama berabad-abad. Letusan dahsyat Gunung Merapi pada sekitar abad ke-11 menimbun seluruh kompleks candi hingga kedalaman kurang lebih enam meter.

Peristiwa ini menjadi bukti betapa kuatnya aktivitas vulkanik Merapi di masa lalu, sekaligus menjelaskan mengapa candi ini baru ditemukan kembali di era modern.

Berdasarkan material bangunan serta temuan prasasti berhuruf Jawa Kuna bertuliskan “Om Siwa Sthana”—yang berarti penghormatan bagi tempat suci Dewa Siwa—Candi Sambisari diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Periode ini sezaman dengan pembangunan Candi Prambanan, menjadikannya bagian dari lanskap penting perkembangan Hindu di Jawa.

Kompleks Candi yang Tertata Rapi

Candi Sambisari bukan hanya satu bangunan tunggal, melainkan sebuah kompleks yang terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara (pendamping) di depannya.

Tata letaknya mencerminkan pola khas arsitektur candi Hindu di Jawa, yang sarat dengan simbolisme dan keteraturan ruang.

Di sekeliling candi utama, terdapat arca-arca penting dari panteon Hindu. Di sisi utara berdiri arca Durga Mahisasuramardhini, di timur terdapat arca Ganesha, dan di selatan arca Agastya.

Sementara itu, pada pintu masuk awalnya terdapat dua penjaga, Mahakala dan Nandiswara—meski kini keduanya telah hilang.

Seluruh kompleks dikelilingi pagar batu putih yang kokoh, dengan pintu di setiap sisinya. Namun, pintu di sisi utara saat ini sudah tidak difungsikan.

Menariknya, di sepanjang pagar ini terdapat delapan lingga semu yang ditempatkan sesuai arah mata angin: empat berada di depan pintu masuk, dan empat lainnya di sudut-sudut kompleks. Penempatan ini bukan sekadar estetika, melainkan juga memiliki makna simbolis dalam kosmologi Hindu.

Halaman:

Tags

Terkini