wisata

Misteri Sungai Rawara dan Danau Tanimot di Teluk Bintuni yang Dipenuhi Kisah Orang Hilang

Senin, 27 April 2026 | 23:14 WIB
Kawasan Perairan di Teluk Bintuni (Kelana Kecil)

KLIK SAJA - Wilayah Sungai Rawara dan Danau Tanimot di Teluk Bintuni, Papua Barat diyakini sebagai kawasan yang masih keramat, penuh misteri, dan belum banyak dijelajahi.

Lanskapnya didominasi hutan hujan tropis yang sangat lebat, rawa-rawa luas, serta aliran sungai yang berliku, menjadikannya sulit diakses sekaligus menyimpan banyak cerita yang belum terungkap.

Untuk memasuki wilayah Danau Tanimot, menyusuri Sungai Rawara, hingga pegunungan Moskona, masyarakat setempat meyakini bahwa diperlukan ritual adat terlebih dahulu.

Tanpa ritual ini, terutama jika seseorang datang dengan niat buruk, dipercaya ia dapat tersesat, hilang, bahkan “ditelan bumi”. Keyakinan ini berkaitan dengan konsep tanah terbuka yang disebut Bentonoe.

Istilah Bentonoe berasal dari Bahasa Wamesa, yang merujuk pada wilayah dengan kondisi tanah terbuka. Namun maknanya tidak sesederhana itu.

Tanah terbuka di sini mengandung arti kawasan yang luas, berawa, sulit dijangkau, dan sarat misteri.

Orang Wamesa juga menggunakan istilah ini untuk menggambarkan topografi Teluk Bintuni yang terbuka, dipenuhi hutan bakau dan dialiri sungai-sungai besar, sehingga menyulitkan penjelajahan.

Kondisi geografis yang luas dan menantang ini turut melahirkan banyak kisah hilangnya orang tanpa jejak.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi ingatan kolektif masyarakat, seperti jatuhnya pesawat Twin Otter milik Merpati pada tahun 1991 yang hingga kini belum ditemukan.

Selain itu, banyak pula kasus orang tenggelam di sungai-sungai Teluk Bintuni yang jasadnya tak pernah ditemukan.

Baca Juga: Mengenal Hooded Pitohui Asal Papua, Burung Paling Beracun di Dunia

Kembali ke wilayah Danau Tanimot dan sekitarnya—termasuk Sungai Rawara, Sungai Babi, dan Sungai Cempedak—kawasan ini masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan.

Tempat ini dikenal sebagai ruang belajar ilmu-ilmu adat dan gaib, sekaligus wilayah sakral yang memiliki hubungan erat antara budaya, alam, dan kepercayaan masyarakat.

Dalam tradisi setempat, seorang pawang adat akan melantunkan mantra dan melakukan ritual untuk memanggil serta meminta restu roh-roh nenek moyang sebelum memasuki wilayah tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini