wisata

Mengagumi Drum Batu Raksasa Kalamba di Situs Megalitik Pokakea

Senin, 23 Maret 2026 | 11:08 WIB
Kumpulan Drum Batu Raksasa di Situs Megalitik Pokakea (antara)

KLIK SAJA – Saat memasuki kawasan Situs Megalitik Pokekea di Baliura, Kecamatan Lore Tengah, pengunjung akan langsung terperangah oleh sebuah peninggalan unik: kalamba raksasa setinggi 190 sentimeter, dengan diameter 160 sentimeter dan kedalaman 90 sentimeter.

Sosok batu besar berbentuk menyerupai drum ini menjadi pintu masuk untuk memahami jejak peradaban kuno di Lembah Behoa.

Dalam bahasa Lore—bahasa yang digunakan masyarakat Lembah Behoa—kalamba berarti perahu arwah. Bentuknya menyerupai tong atau tempayan besar yang dipahat dari batu.

Di situs Pokekea, terdapat 27 kalamba dari total 113 benda megalitik yang ditemukan. Sisanya berupa arca batu berukir wajah manusia serta lempengan batu yang tak kalah menarik.

Drum batu raksasa Kalamba memiliki dua fungsi utama berdasarkan penelitian arkeologis, Sebagai kuburan, tempat peristirahatan terakhir manusia purba

Kemudian sebagai wadah penyimpanan tulang, dibuktikan dengan ditemukannya tengkorak dan gigi dari lebih dari satu individu

Namun, di balik fungsi ilmiah tersebut, berkembang pula kisah legenda. Masyarakat setempat percaya bahwa kalamba juga pernah digunakan sebagai tempat penampungan air mandi bagi para putri bangsawan, khususnya pada kalamba yang polos tanpa ukiran.

Situs Pokekea hanyalah satu bagian dari kekayaan budaya megalitik di kawasan Lembah Behoa.

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 300 benda megalitik yang tersebar di sekitar 40 situs di Kecamatan Lore Tengah, termasuk di desa-desa seperti Katu, Rompo, Toriere, Bariri, Doda, Hangira, dan Lempe.

Diperkirakan, benda-benda ini telah ada sejak sekitar 2.500 tahun sebelum Masehi, menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat peradaban yang maju pada masanya.

Menariknya, seluruh peninggalan ini terbuat dari batu dengan teknik pahatan yang halus dan presisi.

Bahkan, di kawasan hutan Hangira ditemukan dua lokasi yang diduga sebagai “bengkel” pembuatan megalit, tempat serpihan pahatan dan ukiran ditemukan.

Kalamba di Pokekea memiliki variasi bentuk dan hiasan. Beberapa di antaranya dihiasi motif ukiran, sementara lainnya polos tanpa ornamen.

Keindahan bentuk dan detail pahatan ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu telah memiliki kemampuan teknik memahat tingkat tinggi dan sistem kepercayaan yang kompleks

Halaman:

Tags

Terkini