wisata

Mengenal Mewahnya Kerajinan Kain Sulam Kasab Khas Aceh Besar

Senin, 16 Februari 2026 | 23:05 WIB
Kain Sulam Kasab (portal aceh)

KLIK SAJA - Dari tanah Serambi Mekkah, tepatnya di Kabupaten Aceh Besar, lahir sebuah karya seni yang memancarkan kemewahan sekaligus makna mendalam: kain sulam kasab.

Kerajinan ini berupa sulaman benang emas yang dirangkai dengan teliti di atas kain beludru, membentuk motif-motif indah yang memikat mata dan sarat filosofi.

Teknik menyulam benang emas di atas beludru inilah yang disebut kasab.

Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun dan digunakan untuk membuat beragam perlengkapan adat, seperti tirai, sarung bantal, hiasan pelaminan, alas duduk, kasur, langit-langit rumah, kipas, hingga gantungan kunci.

Lebih dari sekadar kerajinan tangan, kasab merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Aceh.

Dalam kehidupan masyarakat Aceh, sulam kasab memiliki posisi istimewa. Ia menjadi elemen penting dalam berbagai upacara adat, seperti pernikahan, tepuk tawar, dan sunat rasul (khitanan).

Kehadirannya di dalam rumah sering kali menjadi penanda bahwa sedang berlangsung sebuah prosesi adat.

Tak heran, bila berkunjung ke Aceh dan melihat kain kasab menghiasi suatu rumah, besar kemungkinan keluarga tersebut tengah menggelar hajatan.

Kain ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol kemuliaan dan penghormatan terhadap tradisi.

Warna Emas dan Makna Kemuliaan

Ciri khas utama kain sulam kasab adalah penggunaan benang emas. Bagi masyarakat Aceh, warna emas bukan hanya pilihan estetika, tetapi juga lambang tiga nilai utama:

  1. Keindahan
    Emas memancarkan kesan megah dan anggun. Ketika kain kasab menghiasi ruangan, suasana yang tercipta seolah menyerupai balairung istana—mewah, hangat, dan penuh wibawa.
  2. Status sosial
    Sejak dahulu, banyaknya dan kemegahan sulaman kasab yang dipajang dapat mencerminkan kedudukan sosial pemiliknya. Dalam upacara pernikahan adat Aceh, misalnya, pelaminan yang dihiasi kasab menyimbolkan pengantin sebagai raja dan ratu sehari yang hidup dalam kemakmuran dan kebahagiaan.
  3. Kebudayaan
    Benang emas yang digunakan dalam sulam kasab telah menjadi bagian dari tradisi Aceh selama ratusan tahun. Penggunaannya dalam berbagai upacara adat menunjukkan betapa kuatnya nilai budaya yang melekat pada kerajinan ini.

Filosofi Warna yang Kaya Makna

Selain emas, kain sulam kasab juga memadukan warna lain yang masing-masing mengandung arti mendalam:

  • Merah: melambangkan keberanian dan tanggung jawab.
  • Hijau: melambangkan kesuburan, persatuan, serta semangat bermufakat.
  • Hitam: melambangkan kekayaan dan kesuburan alam Aceh.
  • Putih: melambangkan kesucian dan keteladanan ulama dalam menjalankan syariat Islam.

Setiap warna dipilih dengan pertimbangan nilai spiritual dan kultural yang kuat, menjadikan kasab sebagai media ekspresi keyakinan dan pandangan hidup masyarakat Aceh.

Halaman:

Tags

Terkini