wisata

Mengenal Atraksi Barongsai Saat Perayaan Tahun Baru Imlek, Sebuah Simbol Energi Positif Kerukunan Masyarakat

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:04 WIB
Atraksi Barongsai (berbagai sumber)

Pada periode Tiga Kerajaan (220–289 M), masyarakat sudah mengenakan kostum singa dalam upacara keagamaan Buddha.

Pada masa Dinasti Tang (618–907 M), barongsai bahkan menjadi hiburan istana dan sering dipentaskan dalam acara resmi kekaisaran.

Dari sanalah tarian ini terus berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah, mengikuti jejak migrasi masyarakat Tionghoa ke seluruh dunia.

Pada awal kemunculannya, tarian barongsai hanya dibawakan oleh laki-laki. Perempuan dilarang ikut serta karena atraksinya dianggap berbahaya dan membutuhkan kekuatan fisik tinggi.

Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan sosial, aturan tersebut mulai ditinggalkan. Kini, perempuan juga aktif berpartisipasi sebagai penari barongsai.

Gaya barongsai pun beragam, menyesuaikan dengan latar budaya masing-masing daerah. Di Indonesia, barongsai sering ditampilkan dengan mantel bulu besar dan warna-warna mencolok, menambah kesan meriah dan atraktif.

Menariknya,di Indonesia bahkan para pemain Barongsai bisa berasal dari berbagai lintas keyakinan,yang merupakan simbol kerukunan.

Dikarenakan Barongsai bukanlah inti bagian dari agama Konghucu,melainkan budaya Tionghoa,  maka banyak orang dari lintas keyakinan turut memainkan atraksi kebudayaan ini.

Sementara itu, di Tiongkok sendiri terdapat dua aliran utama barongsai, yakni gaya utara dan gaya selatan.

Barongsai utara menonjolkan unsur seni bela diri, seperti kungfu, dengan gerakan yang dinamis, termasuk melompat, berguling, dan memanjat.

Sebaliknya, barongsai selatan lebih menekankan gerakan yang meniru perilaku singa di alam, seperti mencakar, mengendus, dan menjilati bulu.

Dalam perayaan Imlek, barongsai bukan sekadar tontonan, melainkan simbol harapan akan keberuntungan dan kemakmuran.

Setiap gerakan memiliki makna tersendiri dan biasanya diiringi musik tradisional yang menghentak, menciptakan suasana penuh semangat.

Pertunjukan barongsai kerap digelar di depan rumah, toko, atau tempat usaha sebagai simbol pembuka rezeki dan penolak bala.

Namun, seiring waktu, barongsai juga tampil dalam berbagai acara lain, seperti pernikahan, pembukaan usaha, hingga pameran budaya dan seni.

Halaman:

Tags

Terkini